pelantar.id – “Ini memuakkan! Saya marah. Rezim Saudi memaksa Salah Jamal Khashoggi menjabat tangan otak di balik pembunuhan ayahnya.” tulis Rula Jebreal dalam suatu akun media sosial saat putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (MbS) menemui dan berjabat tangan dengan saudara dan putra Jamal Khashoggi, jurnalis Arab Saudi yang dibunuh di Istanbul, Turki.

Kicauan Rula mewakili komentar-komentar pedas warganet lainnya yang mengkritik Pangeran MbS tersebut meskipun sang pangeran bermaksud memberikan belasungkawa pada keluarga Khashoggy.

Seperti diberitakan kantor berita Saudi Press Agency (SPA), saudara lelaki Khashoggi, Sahl bin Ahmed Khashoggi, dan putra Khashoggi, Salah, diundang ke Istana Al-Yamamah di Riyadh, pada Selasa (23/10). Selain MbS, Raja Salman juga turut hadir menemui kedua orang tersebut.

Baca Juga :   Hari Ini Lima Tahun Lalu, Facebook Menjadi Raksasa

“Raja dan Putra Mahkota menyampaikan belasungkawa dan penghiburan untuk keluarga Jamal Khashoggi. Sahl dan Salah Khashoggi menyampaikan rasa terima kasih mereka,” tulis SPA.

Dalam foto-foto yang dirilis SPA, terlihat Sahl dan Salah menyalami tangan MbS dan Raja Salman. Pemandangan itu menuai kecaman dari para netizen yang mengaku marah atas pembunuhan Khashoggi.

Seperti diberitakan kantor berita Saudi Press Agency (SPA), saudara lelaki Khashoggi, Sahl bin Ahmed Khashoggi, dan putra Khashoggi, Salah, diundang ke Istana Al-Yamamah di Riyadh, pada Selasa (23/10). Selain MbS, Raja Salman juga turut hadir menemui kedua orang tersebut.

“Raja dan Putra Mahkota menyampaikan belasungkawa dan penghiburan untuk keluarga Jamal Khashoggi. Sahl dan Salah Khashoggi menyampaikan rasa terima kasih mereka,” tulis SPA.

Baca Juga :   Wonderful Indonesia Ramaikan Piala Dunia di Rusia

Dalam foto-foto yang dirilis SPA, terlihat Sahl dan Salah menyalami tangan MbS dan Raja Salman. Pemandangan itu menuai kecaman dari para netizen yang mengaku marah atas pembunuhan Khashoggi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya bahwa Pemerintah Riyadh sebelumnya menyangkal dalang pembunuhan kolomnis Washington Post itu. Setelah mendapat kecaman dari berbagai negara termasuk Turki, beberapa langkah yang dilakukan Pemerintahan Saudi di antaranya sebanyak 18 orang telah ditahan dan lima pejabat tinggi dipecat terkait kasus tersebut.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mengatakan bahwa pembunuhan Khashoggi dilakukan dengan terencana di dalam Konsulat. Khashoggi, kata Erdogan, dibunuh dengan cara sadis. Erdogan juga menyerukan Saudi untuk menangkap pelaku dan dalangnya, tidak peduli siapapun dia.

========
sumber: kumparan.com

foto: bisnis.com