Pelantar.id – Ragam gender saat ini tidak sebatas kecenderungan menjadi laki-laki atau menjadi perempuan. Bisa saja seseorang merasa bahwa mereka bukan dari dua kecenderungan tersebut atau mereka tidak perduli dengan jenis kelamin yang mereka akui.

Secara medis, kondisi seperti ini disebut sebagai gender non binary atau genderqueer, masuk sebagai ragam gender yang ada saat ini. Genderqueer adalah istilah yang menggambarkan sekelompok orang dengan identitas gender bukan sebagai pria ataupun wanita.

Secara fisik mereka dapat dianggap sebagai pria atau wanita, tapi mereka sendiri tidak mengakui secara terang-terangan sebagai pria atau wanita. Mereka juga dapat menganggap dirinya memiliki dua jenis kelamin sekaligus. Meskipun mereka sebenarnya punya satu jenis kelamin, atau dua sekalipun (interseks).

Baca Juga :   ASN Diminta Langsung Berikan Pelayanan Kepada Masyarakat

 

Identitas non-biner bisa cenderung ke transgender, karena banyak orang non-biner mengidentifikasi dengan jenis kelamin yang berbeda dari jenis kelamin yang ditugaskan kepada mereka.

Itu sebabnya, kata ganti orang ketiga atau jamak untuk kelompok orang dengan identitas gender sebagai genderqueer atau non-binary adalah “mereka” atau “they/them“, dan bukan “dia” atau “he/she” yang merujuk pada satu jenis kelamin khusus sebagai pria atau wanita saja.

Sementara, untuk orientasi seksual identitas gendernya terpisah dari orientasi seksual. Orang-orang non-biner memiliki berbagai orientasi seksual, seperti halnya orang-orang cisgender.

Jenis kelamin non-biner tidak terkait dengan ekspresi jenis kelamin tertentu, seperti androgyny. Orang-orang non-biner sebagai sebuah kelompok memiliki beragam ekspresi gender, dan beberapa orang mungkin menolak “identitas” gender sama sekali.

Baca Juga :   Bea Cukai Batam Aman Rokok Ilegal Rp766 Juta

Beberapa jenis identitas gender non-biner atau genderqueer yaitu:

Agender
Bigender
Genderfluid
Off the binary
Androgynus
Boi
Butch
Ceterosexual
Gender neutral

Multigender

Kesadaran seseorang untuk mengenali orientasi seksual dan identitas gendernya bisa muncul di usia berapa pun. Ada yang merasakan sejak dini, tapi ada juga yang baru memahaminya setelah beranjak dewasa.

hellosehat