pelantar.id – Giliran Batam memutarkan film The Bajau setelah film ini tayang di belasan kota di Indonesia.

Bermula dari langkah perdana yang dilakukan oleh Aliansi Jurnalis Indenpenden (AJI) Kota Gorontalo, animo yang sama juga dilakukan oleh AJI Batam.

Dengan konsep Nonton Bareng (Nobar) dan berdonasi, AJI Batam bersama Kelas Literasi Apaan (KLA) dan Samadengan Art Space akan memutar Film The Bajau, besok, Sabtu 18 Januari 2020.

Lokasi Nobar mengambil tempat di Samadengan Art Space, Imperium, Taman Baloi Batam dan akan dimulai pukul 19.00 WIB.

Nobar The Bajau dibuka untuk umum secara gratis dan akan diselingi dengan sesi diskusi seputar film hingga donasi untuk warga Bajo (Bajau).

Pemantik diskusi menghadirkan Slamet Widodo dari AJI Batam dan Solihun Abidin, Dosen Komunikasi Universitas Putra Batam.

Baca Juga :   Komunitas Pers dan Ormas Sipil Bentuk Komite Keselamatan Jurnalis

Untuk donasi akan diserahkan langsung ke warga Bajo dengan prioritas bantuan untuk operasi bibir sumbing, bantuan perahu, bantuan kayu untuk rumah warga Bajo dan pengobatan.

Saluran donasi dapat ditranfer melalui Rekening BNI AJI Gorontalo, 0328992414.

 

Mengapa Harus Nonton Film The Bajau?

Film Dokumenter The Bajau diproduksi oleh Watchdoc. Watchdoc merupakan rumah produksi audio visual yang berdiri sejak 2009 dan didirikan oleh seorang mantan jurnalis, Dandhy Dwi Laksono.

Watchdoc sudah menelurkan ratusan episode dokumenter yang menyorot berbagai isu di Indonesia, seperti Di Balik Tembok Arsip Nasional (2008), Kiri Hijau Kanan Merah (2009), Baret Coklat (2010), Alkinemokiye (2012), The Mahuzes (2017), dan Asimetris (2018).

Baca Juga :   Pelajaran PMP Akan Dihidupkan Lagi

Sementara The Bajau dengan durasi film 1 jam 20 menit ini berkisah tentang suku Bajo di Morombo, Sulawesi Tenggara dan Gorotalo.

Suku Bajo merupakan suku Gypsy Laut yang senang nomaden.

Suku ini dikenal tangguh hidup di laut, hampir semua proses kehidupan mereka berlangsung di laut.

Namun, masalahnya sekarang suku ini mengahadapi cultural shock dengan perubahan masa kini dan mencoba untuk beradaptasi.

Selain itu suku Bajo juga harus menghadapi masalah lingkungan, di mana kondisi tempat tinggal (laut) yang tidak seramah dulu; pencemaran terjadi di mana-mana dan banyak ekosistem yang telah rusak.

Setidaknya Nobar The Bajau akan memberi kesadaran kepada penonton dan memberi solusi terbaik demi keberlangsungan hidup suku Bajo.