Gubernur Kepri, Nurdin Basirun (tengah) di acara rapat koordinasi dan evaluasi Dinas Pendidikan Kepri di Batam, pekan lalu.

pelantar.id – Karakter anak terutama kalangan pelajar harus diperkuat agar mampu bersaing menghadapi era revolusi industri 4.0. Ke depan, para pelajar tidak hanya bersaing dengan sumber daya manusia lokal tapi juga luar negeri.

“Kondisi geografis Kepri mengharuskan dunia pendidikan kita untuk siap bersaing di dunia internasional. Untuk itu kita perlu persiapkan anak-anak didik Kepri untuk bisa menghadapi revolusi industri 4.0 ini,” kata Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nurdin Basirun saat membuka Rapat Koordinasi dan Evaluasi Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Tahun 2019 di Hotel BCC Batam, pekan lalu.

Nurdin mengingatkan agar rapat koordinasi dan evaluasi tersebut tidak harus dapat memberikan hasil dan rekomendasi krusial untuk kemajuan dunia pendidikan di Provinsi Kepri. Penguatan karakter peserta didik menghadapi revolusi 4.0 perlu menjadi fokus utama.

Rapat koordinasi dan evaluasi itu mengusung tema “Menguatkan Pendidikan yang Berkarakter dan Bermutu untuk Menghadapi Ravolusi Industri 4.0”

Nurdin mengatakan, dunia pendidikan di Kepri perlu difokuskan pada pembentukan karakter, seperti mental anak didik yang kuat, disiplin,  tanggung jawab, punya visi, jujur, dan berjiwa enterpreneur.

Baca Juga :   Berolahraga Saat Puasa? Perhatikan Ketentuan Berikut

Menurut dia, karakter-karakter tersebut yang akan menjadi modal dasar anak didik bisa bersaing di masa depan, terutama dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Karakter yang kuat juga akan membentuk pribadi tangguh peserta didik sehingga tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif.

Tantangan dunia pendidikan di era revolusi industri 4.0, lanjut Nurdin, berupa perubahan dari cara belajar, pola berpikir serta cara bertindak para peserta didik dalam mengembangkan inovasi kreatif berbagai bidang. Dalam perjalanannya, akan banyak halangan yang harus dihadapi.

Nurdin berpesan kepada para pelajar di Kepri agar segala tantangan itu tidak dijadikan hambatan untuk maju.

“Jadikan itu sebagai tantangan untuk terus maju, tumbuh dan berkembang. Setiap kesulitan itu pasti ada kemudahan. Pasti ada kegunaannya,” ujar Nurdin.

Di akhir sambutannya, Nurdin berharap ada kesepakatan dan tekad yang kuat yang dihasilkan dari rapat tersebut, terutama dalam mempersiapkan peserta didik dan tenaga pendidik dalam menghadapi era digital yang kian canggih.

Baca Juga :   BPS Kepri Catat Jumlah Penumpang Jalur Udara dan Laut Menurun hingga 50 Persen

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Muhammad Dalli menyebutkan, era digital mempunyai banyak ancaman apabila tidak diwaspadai terlebih dahulu. Secara global, era ini dapat menghilangkan sekitar 1 sampai 1,5 juta pekerjaan dalam kurun waktu 10 tahun karena adanya peran pengganti manusia dengan mesin otomatis.

Selain itu, 65 persen murid usia sekolah di dunia akan bekerja pada profesi yang belum pernah ada saat ini.

“Karena itu, tenaga pendidik di era revolusi industri harus meningkatkan pemahaman dalam mengekspresikan diri di bidang literasi media. Tenaga pendidik harus memahami informasi yang akan dibagikan kepada para peserta didik serta menemukan analisis untuk menyelesaikan permasalahan akademisi literasi digital,” katanya.

Ia mengajak semua pihak di lingkungan pendidikan Kepri dapat meningkatkan kolaborasi dalam orientasi pendidikan. Juga bisa mengubah kinerja sistem pendidikan yang dapat mengembangkan kualitas pola pikir pelajar dan penguatan digitalisasi pendidikan yang berbasis aplikasi.

*****