Nyeri yang terasa di satu sisi tubuh sering dianggap keluhan biasa, padahal pada sebagian orang gejala itu bisa menjadi tanda awal cacar api atau herpes zoster. Keluhan ini kerap muncul lebih dulu sebelum ruam terlihat, sehingga mudah salah dipahami sebagai pegal, nyeri otot, atau gangguan lain yang tidak serius.
Kondisi ini perlu lebih diwaspadai karena sekitar satu dari tiga orang dewasa berisiko mengalaminya dalam hidup. Risiko meningkat pada usia di atas 50 tahun, terutama pada orang dengan daya tahan tubuh menurun atau memiliki penyakit penyerta.
Virus yang bisa “bangkit” lagi
Cacar api tidak muncul begitu saja. Penyebabnya adalah virus varicella-zoster yang sebelumnya pernah memicu cacar air, lalu tidak hilang sepenuhnya setelah sembuh.
Virus itu dapat menetap lama di jaringan saraf dalam מצב “tidur”. Saat kekebalan tubuh melemah, virus bisa aktif kembali dan memunculkan cacar api.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Vito A. Damay menjelaskan bahwa banyak orang membawa virus ini tanpa disadari sejak kecil. Karena itu, cacar api bisa muncul jauh setelah masa anak-anak dan sering tidak langsung dikenali sebagai infeksi virus.
Keluhan awal yang sering membingungkan
Tanda awal cacar api biasanya berupa nyeri di satu sisi tubuh. Rasa sakitnya bisa tajam, seperti terbakar, atau seperti tertusuk, sehingga mudah dikira keluhan saraf atau nyeri biasa.
Pada sebagian kasus, nyeri juga bisa muncul di dada kiri. Kondisi ini membuatnya sering disalahartikan dengan keluhan yang kadang dikaitkan dengan serangan jantung, terutama bila muncul mendadak dan terasa tidak biasa.
Meski sama-sama bisa terasa di dada, nyeri jantung umumnya memiliki ciri yang berbeda. Keluhan jantung biasanya terasa lebih tumpul seperti ditekan, lalu dapat disertai sesak napas, keringat dingin, dan nyeri yang menjalar ke lengan kiri, rahang, atau punggung.
Kelompok yang perlu lebih waspada
Usia menjadi salah satu faktor yang penting. Orang di atas 50 tahun perlu lebih peka terhadap nyeri yang muncul tanpa sebab jelas, apalagi bila hanya terasa pada satu sisi tubuh.
Risiko juga lebih tinggi pada orang dengan sistem imun yang tidak optimal. Dalam kelompok ini termasuk penderita diabetes, penyakit pernapasan kronis, penyakit jantung, penyakit ginjal, kanker, artritis reumatoid, dan psoriasis.
Pada orang dengan kondisi tersebut, cacar api bukan hanya lebih mungkin muncul, tetapi gejalanya juga dapat berkembang lebih cepat. Karena itu, keluhan kecil yang tampak sepele tetap layak diperiksa.
Bukan sekadar urusan kulit
Banyak orang mengenal cacar api hanya lewat ruamnya, padahal masalahnya tidak berhenti di sana. Nyeri awal bisa lebih dulu mengganggu, lalu ruam menyusul setelahnya.
Dampaknya juga dapat meluas ke aktivitas harian. Penyakit ini bisa mengganggu tidur, membatasi gerak, memicu stres dan kecemasan, serta berdampak pada pekerjaan penderitanya.
Karena gejalanya bisa menyerupai keluhan lain, pemeriksaan medis menjadi penting saat muncul nyeri mencurigakan di satu sisi tubuh. Vito menekankan bahwa diagnosis dini sangat membantu, terutama bila dilakukan dalam 72 jam pertama setelah tanda awal muncul.
Kapan perlu segera diperiksa
Nyeri yang terasa terbakar, tertusuk, atau tidak biasa di satu sisi tubuh sebaiknya tidak langsung dianggap remeh. Langkah cepat membantu memilah apakah keluhan itu mengarah ke cacar api atau ke kondisi lain yang butuh penanganan segera.
Pada nyeri dada kiri, penilaian medis menjadi semakin penting karena keluhan cacar api dan gangguan jantung bisa sama-sama terasa membingungkan pada fase awal. Semakin cepat gejala dikenali, semakin besar peluang mendapat penanganan yang tepat saat penyakit masih berada di tahap awal.
Source: lifestyle.bisnis.com