Kemunculan perangkat streaming Google TV terbaru dari lini Onn di Walmart langsung memicu rasa penasaran, tetapi juga meredam ekspektasi. Model yang diposisikan sebagai penerus Onn 4K Pro ini memang membawa beberapa pembaruan, namun ada tiga langkah mundur yang membuatnya tidak otomatis lebih menarik.
Di atas kertas, perangkat ini masih terlihat cukup kuat untuk kelasnya. Namun saat harga ikut naik dan beberapa fitur justru dipangkas, nilai jualnya jadi lebih sulit dibela oleh pembeli yang mencari perangkat streaming serbaguna.
Mulai masuk ke rak toko fisik
Laporan awal soal kehadiran perangkat ini datang dari unggahan pengguna Reddit yang kemudian dikutip oleh 9to5Google. Berdasarkan laporan itu, unit baru tersebut mulai terlihat di sejumlah gerai fisik Walmart, meski belum tersedia luas secara daring.
Situasi ini berarti calon pembeli belum bisa mengandalkan kanal online sebagai sumber utama pembelian. Bagi yang sedang mengincar model baru ini, pengecekan langsung ke toko menjadi langkah yang lebih realistis untuk memastikan stok.
Desain berubah, isi dasar tetap mirip
Dari sisi tampilan, perangkat generasi baru ini dibuat lebih lebar dibanding pendahulunya. Desain bagian atasnya juga disebut mirip Google TV Streamer, dengan lapisan kain di atas dan bodi utama berbahan plastik.
Walau ada penyegaran pada desain, perubahan di bagian inti tidak terlalu jauh. Onn masih membekali perangkat ini dengan prosesor quad-core, RAM 3GB, dan penyimpanan internal 32GB.
Untuk konektivitas, pilihannya masih tergolong lengkap untuk sebuah streaming box. Paket port yang tersedia mencakup USB-A, Ethernet, USB-C untuk daya, dan HDMI.
Tiga penurunan yang paling disorot
Peralihan ke USB-C untuk daya memang bisa dianggap sebagai kemajuan kecil. Penggunaan daya jadi lebih praktis karena tidak lagi bergantung pada port daya DC.
Masalahnya, beberapa keputusan lain justru membuat perangkat ini terasa mundur. Yang paling jelas adalah port USB yang turun ke versi 2.0, setelah model sebelumnya sudah memakai USB 3.0.
Untuk pengguna kasual, perubahan ini mungkin tidak terlalu terasa. Tetapi bagi pengguna yang sering memutar video dari drive eksternal, penurunan ke USB 2.0 bisa menjadi batasan yang cukup mengganggu.
Kemunduran berikutnya ada pada port Ethernet yang tetap mentok di 100Mbps. Sejumlah pengguna di Reddit dikabarkan kecewa karena batas ini tidak berubah, padahal perangkat ini adalah model tertinggi di lini Onn.
Situasinya makin terasa janggal karena model sebelumnya masih memberi ruang untuk adaptor Ethernet yang lebih cepat lewat USB 3.0. Dengan USB yang kini turun ke 2.0, kemungkinan untuk mengakalinya ikut menyempit.
Harga naik, tapi peningkatan tidak terasa sebanding
Hal yang paling mudah dipersoalkan adalah banderol harganya. Perangkat ini dilaporkan dijual seharga $60, atau $10 lebih mahal dibanding model lama.
Kenaikan itu menjadi sorotan karena tidak dibarengi peningkatan yang benar-benar menonjol di area penting. Saat beberapa aspek justru turun, pembeli wajar mempertanyakan apakah tambahan harga tersebut memang punya alasan yang kuat.
Meski begitu, perangkat ini belum sepenuhnya kehilangan daya tarik. Kombinasi desain baru, port yang masih cukup lengkap, serta RAM 3GB dan storage 32GB tetap memberi modal yang lumayan kompetitif di kelasnya.
Namun, untuk pembeli yang lebih memperhatikan fleksibilitas USB dan kualitas koneksi jaringan, dua pembatasan utama tadi bisa terasa cukup berat. Karena itu, Onn 4K Pro terbaru kini terlihat seperti produk yang menarik di satu sisi, tetapi juga penuh kompromi di sisi lain.
Source: www.androidpolice.com