Penulis: H.M Chaniago

Bagi kebanyakan orang, Kereta api Orient Express lebih tepatnya adalah sebuah gagasan dari pada entitas nyata – Agatha Christie

Pelantar.id – Hari ini dalam sejarah, tepatnya tanggal 4 Oktober 1883, kereta api Orient Express mulai beroperasi membuka rute terjauh mereka untuk pertama kalinya dari Paris ke Istanbul.

Keberadaan kereta api yang cukup terkenal dan menjadi primadona di masanya ini telah banyak menyita perhatian dan bahkan menjadi ide dari karya sastra, novel maupun film kelas dunia.

Agatha Christie, penulis novel-novel misteri tersohor asal Inggris pernah menulis sebuah novel berjudul Muder on the Orient Express.

Novel ini pernah diangkat ke sinema layar perak dan diperankan oleh banyak artis terkenal di antaranya; Kenneth Branagh (merangkap sutradara), Johnny Depp, Penélope Cruz, Willem Dafoe, Judi Dench, Josh Gad, Derek Jacobi, Leslie Odom Jr., Michelle Pfeiffer, and Daisy Ridley.

Dalam novelnya, Agatha Christie mengangkat kisah tentang Edward Ratchett, penumpang yang ditemukan mati terbunuh dengan kejam di dalam kamarnya di kereta api mewah bernama Orient Express.

Hal ini pun membuat karakter utama novel, Hercule Poirot yang kala itu masih lelah selepas menjalankan tugas panjangnya dari Aleppo–Siria menuju Istanbul–Turki dan kembali melakukan perjalan panjang di atas Orient Express.

Sebagai seorang detektif partikelir, Poirot mau tak mau harus turun tangan karena pembunuhan ini terjadi persis di samping kamarnya sendiri.

Sebegitu menariknya Orient Express hingga Agatha Christie memilih mengangkatnya untuk menjadi latar dalam novel bergenre detective mystery  ini. Bahkan Smithsonian.com pernah menuliskan kutipan pembuka tulisan tentang sejarah nyata Orient Express, yakni seperti berikut; “Mata-mata menggunakannya sebagai senjata rahasia. Seorang presiden pernah jatuh dari sana. Bakan Hitler ingin kereta itu dihancurkan. Apa yang membuat kereta ini sangat menarik?”

Baca Juga :   Syarat Pemilih Tambahan dan Pemilih Khusus Bila Ingin Mencoblos

Dari beberapa sumber bebas di internet, bagi kebanyakan orang yang menulis kisah mereka perihal supernova Orient Express ini. Kereta mewah yang didirikan oleh pengusaha Belgia, Georges Nagelmackers pada tahun 1872 ini tak ubahnya adalah sebuah gagasan dari pada memandangnya sebagai entitas nyata.

Bagi pembaca buku terutama novel-novel misterius seperti karya Agatha Christie, pasti akan akrab dengan kehidupan kereta ini dalam rupa fiksi novel atau ketika diangkat dalam film.

Ya karena kita mengetahuinya karena Hercule Poirot memecahkan kasus pembunuhan yang melegenda di atas kereta itu, sementara seorang perempuan mendadak menghilang dari Alfred Hitchock juga dari kereta itu dan James Bond pernah mengendarainya dari Istanbul ke London.

 

Apa yang Menarik dari Orient Express

147 tahun yang lampau, tepatnya tahun 1872. Sebuah kereta api mewah bernama Orient Express dioperasikan untuk pertamakalinya oleh Compagnie Internationale des Wagons-Lits et des Grands Express Européens, perusahaan asal Belgia yang didirikan oleh Georges Nagelmackers.

Dilansir dari Experienceday.co.uk, karena animo yang cukup tinggi dan adanya permintaan untuk membuka jalur baru menuju kota-kota lain di Eropa, jalur rel perjalanan Orient Express pun diperpanjang.

Hingga tahun 1889, Orient Express resmi beroperasi setiap hari dari Paris menuju Budapest–Hongaria dan tiga kali seminggu menuju Istanbul (saat itu masih Konstantinopel), serta seminggu sekali menuju Bukares–Rumania, lalu berkat antusiasme itu jugalah di tahun yang sama Orient Express memilih non-stop beroperasi menuju Istanbul.

Baca Juga :   Harga Minyak Bergejolak, Harga Batu Bara Pulih

Menariknya kereta ini memiliki gerbong yang didatangkan dari beragam negara; Jerman, Austria, Hungaria, Perancis dan Paris. Pun rupa interiornya turut menjadi pembeda yang menjadi ciri khas dari mana gerbong itu berasal, dan penumpang kala itu diperbolehkan memilih untuk naik di gerbong sesuai selera mereka, tentunya dengan layanan yang juga berbeda-beda.

Sudah pasti kala itu penumpangnya mayoritas dari golongan borjuis Eropa, karena untuk tarif dari London dan Paris menuju Venice pada masanya adalah 3.000 poundsterling per-orang.

Hingga kini sejarah pun mencatatkan, Orient Express ibarat buah bibir untuk sebuah kemewahan, romantisme dari sebuah perjalan, sejarah bagi industri kereta api, dan kegembiraan budaya transportasi di masanya.

Kereta api ini menawarkan kota-kota romantis di Eropa, membangkitkan gairah dari era yang telah lama berlalu dan kini tinggal kenangan.

Meski begitu, dalam hidupnya yang cukup panjang dan fenomenal itu, sekitaran tahun 1970’an, perjalanan dari Paris menuju Istanbul mulai berhenti beroperasi. Menyusul kemudian rute lain yang turut dipangkas dan semakin berkurang tujuan perjalan.

Terakhir Orient Express menyediakan perjalanan jarak dekat sampai dekade 2000-an, dan 2009, kereta ini dinyatakan resmi berhenti beroperasi karena kalah saing dengan perkembangan kereta api super cepat dan maskapai penerbangan yang lebih murah, yang bisa memangkas jarak tempuh menjadi lebih efisien.

A palace on wheels with prospect clear, is the Orient Express resting so near. Upon the track to trace the route, of the tour with a regular toot – tulis James Stephen Thompson dalam sebuah puisinya tentang Orient Express.