Pasar emas memasuki pekan depan dengan posisi yang cukup rapuh. Arah harga emas Antam sangat bergantung pada pergerakan emas dunia, sementara gejolak geopolitik global masih menjadi faktor yang paling menentukan.
Pengamat pasar emas Ibrahim Assuaibi menilai ruang koreksi masih terbuka jika emas dunia melemah. Dalam skenario itu, emas Antam berpotensi turun Rp 20.000 dari posisi Rp 2,773 juta per gram menjadi Rp 2,753 juta per gram.
Tekanan jual pada emas global mulai terlihat dari level-level teknikal yang dipantau pasar. Ibrahim menyebut support pertama emas dunia berada di US$ 4.414 per ons troi, lalu support kedua di US$ 4.333 per ons troi.
Jika tekanan berlanjut hingga menembus area itu, harga logam mulia di dalam negeri ikut berpeluang melandai lebih jauh. Pada kondisi tersebut, emas Antam diperkirakan dapat bergerak ke Rp 2,65 juta per gram.
Peluang naik belum tertutup
Di sisi lain, pasar belum kehilangan peluang penguatan. Resistance pertama emas dunia diperkirakan berada di US$ 4.606 per ons troi, dengan emas Antam berpotensi naik ke Rp 2,797 juta per gram.
Jika dorongan beli masih berlanjut, resistance kedua berada di US$ 4.943 per ons troi. Pada level itu, harga logam mulia diperkirakan bisa mencapai Rp 2,9 juta per gram.
Kondisi ini membuat pasar emas Antam masih berada dalam rentang gerak yang lebar. Selama sentimen global belum membaik, volatilitas harga berpeluang tetap tinggi.
Kenaikan pekan lalu masih terbatas
Gambaran hati-hati juga terlihat dari pergerakan harga pada periode 18-14 Mei 2026. Dalam rentang itu, emas Antam hanya naik Rp 9.000.
Harga bergerak dari Rp 2,764 juta per gram di awal pekan menjadi Rp 2,773 juta per gram di akhir pekan. Kenaikan sekitar 0,33% itu menunjukkan pasar masih menunggu arah yang lebih jelas.
Gejolak geopolitik global membuat investor belum agresif mengambil posisi. Karena itu, pasar emas cenderung mudah berubah mengikuti kabar dari luar negeri.
Fokus tetap ke emas dunia
Pelaku pasar diperkirakan masih akan memusatkan perhatian pada emas dunia. Pengaruhnya langsung terasa ke harga domestik, sehingga arah emas Antam masih sangat bergantung pada sentimen internasional.
Selama faktor geopolitik tetap dominan, reaksi emas Antam cenderung mengikuti gerak emas global. Itulah sebabnya, level support dan resistance menjadi acuan penting bagi investor yang memantau harga harian emas.
Source: www.beritasatu.com