pelantar.id – Agenda pelantikan M Yusuf Sirat yang akan dilantik menjadi Ketua DPRD Kabupaten Karimun semakin tak jelas. M Sirat dilantik untuk menggantikan posisi Muhammad Asyura.

Padahal setelah rapat Badan Musyawarah DPRD Karimun beberapa hari kemarin telah menetapkan pelantikan akan digelar pada Senin besok (29/10).

Salah seorang anggota DPRD Kabupaten Karimun yang enggan disebutkan namanya memastikan, agenda pelantikan pergantian Ketua DPRD Kabupaten Karimun ditunda. Dari sebelumnya ditetapkan pada 29 Oktober, sebagaimana hasil rapat Banmus, maka akan dijadwal ulang.

“Sudah dipastikan ditunda,” ucap pria tersebut tapi enggan menjelaskan alasan penundaan itu, Kamis (26/10).

Sementara Yusuf Sirat menyerahkan jadwal pelatikan sesuai pedoman hasil rapat Banmus.

“Kalau kita kan sebagai calon “penggantinnya” ya siap saja. Koordinasi dengan semua pihak pun sudah, mulai dari Partai Golkar, kawan-kawan di DPRD. Sekarang tinggal bagaimana teknisnya saja dan koordinasi degan pimpinan DPRD, sebagai pimpinan sidang paripurna istimewa,” kata Yusuf Sirat saat ditemui di Gedung Nasional, Jumat (26/10).

“Mungkin mau disejalankan dengan pelantikan Pergantian Antar Waktu (PAW) Sulis yang akan menggantikan Rosmeri. Tapi saya masih berpegangan pada 29 Oktober,” katanya.

Yusuf Sirat mengaku enggan berpolemik, meski keputusan pergantian Ketua DPRD sudah ditetapkan dalam Pleno DPD II Partai Golkar Kabupaten Karimun sejak beberapa bulan silam.

Diberitakan sebelumnya, Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Karimun, Aunur Rafiq menyatakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, telah memutuskan satu dari tiga nama yang diusulkan DPD dalam pergantian Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karimun, yakni M Yusuf Sirat.

Baca Juga :   Tiap Kelurahan di Batam Dapat Bantuan Rp1,6 Miliar

Soal posisi M Yusuf Sirat hanyalah Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap Anwar Hasyim di Komisi II DPRD Karimun, yang waktu itu mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Karimun berpasangan dengan Aunur Rafiq, sehingga apakah dibolehkan ketika posisinya hanya PAW bukan terpilih murni mencukupi suara.

Rafiq menilai bahwa posisi Muhammad Asyura di DPRD Kabupaten Karimun yang digantikan oleh M Yusuf Sirat juga bukanlah PAW, sehingga hal itu dibolehkan.

“Ini kan pergantian Ketua DPRD, Asyura kan tidak PAW, dia tetap sebagai anggota DPRD tapi berganti posisi dari sebelumnya sebagai Ketua DPRD maka posisi itu diganti oleh M Yusuf Sirat. Saya pastikan Asyura juga tetap di Fraksi Golkar. Kalau PAW kan dia (Asyura) pasti berhenti,” jelas Rafiq.

Alasan pergantian jabatan

Seperti diketahui, M Yusuf Sirat merupakan anggota DPRD yang menggantikan posisi Anwar Hasyim ditahun 2015 atau PAW.

Anwar Hasyim sendiri setelah pensiun dalam jabatan terakhirnya sebagai Sekda Karimun, langsung menentukan karirnya bergabung ke Partai Golkar. Pada Pemilu 2014 dia terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Karimun dari dapil IV (Meral, Meral Barat dan Tebing).

Namun pada Pilkada Kabupaten Karimun tahun 2015 berlangsung, Anwar Hasyim pun mengundurkan diri sebagai Anggota DPRD sebagaimana aturan KPU. Sehingga terjadi PAW dan posisinya digantikan oleh M Yusuf Sirat.

Selang setahun berjalan, kisruh terjadi di DPRD Karimun, mosi tak percaya pun muncul ditahun 2016 dari 23 anggota DPRD Karimun terhadap Asyura, yang menjabat Ketua DPRD waktu itu.

Baca Juga :   Banyak Pelanggaran, DPRD Karimun Hentikan Reklamasi di Teluk Meral

Dibuktikan dengan tandatangan yang dibubuhkan. Mereka meminta agar posisi Asyura sebagai Ketua DPRD diganti berdasarkan keputusan BK DPRD Kabupaten Karimun.

Dari rekomendasi BK DPRD Karimun itu, maka keluarlah SK Gubernur Kepri Nurdin Basirun yang menyatakan Asyura diberhentikan dari jabatannya sebagai Ketua DPRD Karimun.

Atas keputusan itu, Asyura pun menggugat ke PTUN Tanjungpinang. Hasil putusan sela PTUN Tanjungpinang memutuskan, bahwa Asyura tetap sebagai Ketua DPRD Karimun.

Meski surat rekomendasi dari Gubernur Kepri Nurdin Basirun telah keluar, dan menyatakan Asyura dicopot dari jabatannya sebagai Ketua DPRD Karimun.

Dari putusan sela itu, Wakil Ketua DPRD Karimun Bhakti Lubis dan Azmi melakukan banding ke PTUN Medan dan hasilnya memenangkan Bhakti Lubis, sehingga Asyura pun dinyatakan harus mundur dari jabatannya.

Asyura tetap melawan, dengan membawa kasus tersebut ke Mahkamah Agung (MA). Sayangnya, upaya kasasi yang dilakukan tak membuahkan hasil, keputusan MA memenangkan Bhakti Lubis, sehingga Asyura dinyatakan kalah dan harus meletakkan jabatannya.

Selang waktu berjalan, Asyura pun menyatakan legowo dan DPD II Partai Golkar Kabupaten Karimun langsung menggelar rapat pleno internal di Jalan Kapling Kecamatan Tebing sekitar sebelum puasa ramadhan kemarin. Sehingga memunculkan tiga nama pengganti Asyura yang diusulkan kepada DPP, tiga nama tersebut adalah, Rosmeri, Rohani dan M Yusuf Sirat.

=======
reporter: Abdul Gani

editor: eliza gusmeri