pelantar.id – Laba-laba termasuk jenis binatang yang ditakuti banyak orang. Mungkin masih banyak yang beranggapan bahwa semua laba-laba berbahaya.

Tapi nyatanya, tidak semua binatang berbulu ini harus ditakuti karena tidak semua bisanya mematikan. Misalnya pada jenis laba-laba Tarantula.

Tarantula adalah sejenis laba-laba berbulu yang berukuran cukup besar. Bentuknya memang menggelikan dan kita akan berpikir bahwa Tarantula adalah laba-laba dengan bisa yang mematikan.

Nama tarantula berasal dari satu kota di Italia yaitu Taranto. Jenis laba-laba ini masuk kepada famili Theraphosidae.

Tarantula saat ini termasuk hewan peliharaan eksotik. Menurut satu pecinta Tarantula di Batam, Dimas bahwa bisa Tarantula tidak berbahaya.

Untuk itulah dia memutuskan memilihara puluhan jenis laba-laba beberapa tahun belakangan.

“Tarantula memang berbisa tapi tidak terlalu berbahaya jika digigit atau kadar bisanya gak sampai membahayakan nyawa,” ujar pencinta reptil yang tergabung dalam Reptil Age Batam ini.

Tarantula memiliki taring dapat menggigit. Tapi gigitanya tidak menyakitkan manusia. Pun racun gigitannya lebih lemah daripada racun yang terdapat pada lebah madu dengan gigitannya lebih menyakitkan.

Baca Juga :   Sekolah Sulap Ruang Laboratorium Jadi Ruang Kelas

Tarantula. Foto: elizagusmeri/pelantar.id

Dimas sendiri memiliki 60 ekor Tarantula dengan berbagai jenis. Beberapa yang diperkenalkannya adalah jenis Tarantula Rustleg Meksiko atau Cemaranya Meksiko.

Rustleg Meksiko atau dengan nama latin Bracyphelma Boehmei ini berwarna khas hitam orange. Panjang binatang mungil ini untuk ukuran dewasa berkisar 5 hingga 6 inci. Jenis Rusleg termasuk Tarantula yang berkembang biak cukup lambat.

Sebagai binatang peliharaan, Dimas beranggapan tak sulit menghidupi Rusleg Meksiko. Untuk makanan, Dimas memberi makanan berupa jangkrik.

” Satu kali seminggu cukup,” kata dia.

Pelihara ular Bola

piton. foto: elizagusmeri/pelantar.id

Beda Tarantula beda memilihara ular. Ular juga termasuk peliharaan eksotis yang digandrungi pecinta reptil termasuk penggemar Tarantula, Dimas. Dimas sendiri dulunya lebih tertarik memilihara ular. Dia mengaku tertarik lantaran paling senang menaruh binatang tersebut sebagai pajangan di kamarnya sejak di bangku kuliah.

“Mengapa ular? karena saya merasa binatang ini unik untuk dipajang,” ujar dia.

Sementara Dimas menjatuhkan pilihan memilihara ular jenis Piton Bola (ball pyton) dan peliharaanya hanya satu ekor saja.

Baca Juga :   Pedagang Online Tak Wajib Punya NPWP

“Saya suka ular ini karena sebagai kamuflase di alam dia melingkarkan badannya membentuk bola,” kata Dimas.

Ball python sendiri bukan jenis ular yang berbisa sehingga cocok dijadikan hewan peliharaan. Ular ini berasal dari Afrika.

Memiliki sifat yang tidak galak dan cara pertahanan diri dengan tidak menggigit melainkan menggulungkan dirinya membentuk seperti bola.

Ukuran max rata-rata ball python sekitar 90-120cm. Usia bisa mencapai lebih dari 40tahun.

Kata Dimas memilihara ular Bola tak berbahaya. Biaya yang dibutuhkan juga tidak banyak. Untuk makanan, Ular Bola cukup diberi makanan berupa ayam satu kali seminggu.

Dimas sendiri mengaku mendapatkan ular tersebut dari luar Batam. Harga 1 ekor anak Ular Bola berkisar mulai Rp 600 ribu. Namun, Dimas hanya memilihara reptil sebagai hewan peliharaan saja dan bukan tujuan diperjualbelikan

Saat ini jenis reptil lainnya yang menjadi peliharaan eksotis adalah Iguana dan Biawak.

=========

eliza gusmeri