Hasil pemeriksaan laboratorium memastikan WNA yang tinggal di Jakarta dan sempat masuk penelusuran kasus terduga hantavirus ternyata negatif. Seluruh spesimen yang diambil dari orang tersebut menunjukkan hasil negatif, sehingga kekhawatiran awal tidak berlanjut menjadi temuan infeksi.
Kementerian Kesehatan menyebut pemeriksaan dilakukan secara cepat dan berlapis di Indonesia, termasuk di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso. Proses ini menjadi penting karena kasusnya sempat menarik perhatian setelah muncul dari notifikasi internasional yang segera ditindaklanjuti otoritas kesehatan.
Orang yang diperiksa adalah seorang pria berkewarganegaraan asing yang berdomisili di Jakarta. Selama penanganan, ia disebut dalam kondisi stabil, cukup kooperatif, dan tidak menunjukkan gejala yang mengarah pada hantavirus saat diperiksa.
Awal pelacakan dari notifikasi Inggris
Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menjelaskan bahwa informasi awal datang dari International Health Regulation National Focal Point di Inggris. Notifikasi itu diterima oleh IHRNFP Indonesia di bawah Ditjen P2 pada 7 Mei pukul 21.55 WIB.
Laporan tersebut menyebut ada satu kontak erat yang berdomisili di Indonesia, tepatnya di Jakarta. Dari situ, Kemenkes menelusuri identitas orang yang dimaksud dan menemukan bahwa ia memang punya hubungan kontak dengan penumpang kapal MV Hondius.
Penelusuran epidemiologis kemudian mengaitkan temuan itu dengan kasus kedua di kapal pesiar tersebut. Riwayat perjalanan keduanya ikut diperiksa karena keduanya berada dalam penerbangan yang sama dari Saint Helena menuju Johannesburg, Afrika Selatan.
Dari perjalanan yang sama hingga penjemputan ke rumah sakit rujukan
Selain berada dalam penerbangan yang sama, keduanya juga disebut menginap di hotel yang sama. Detail ini membuat penelusuran dilakukan lebih hati-hati untuk memastikan tidak ada potensi paparan lanjutan yang terlewat.
Setelah koordinasi lintas sektor dilakukan pada 8 Mei, petugas menjemput dan mengevakuasi WNA itu ke RSPI Sulianti Saroso pada 9 Mei 2026. Rumah sakit rujukan tersebut menjadi lokasi pemeriksaan untuk memastikan status kesehatannya secara menyeluruh.
Kemenkes lalu mengambil sejumlah spesimen untuk diuji. Sampel yang diperiksa meliputi serum, urine, saliva, usap tenggorok, dan darah lengkap.
Seluruh spesimen negatif
Hasil laboratorium menunjukkan semua sampel yang diuji negatif hantavirus. Dari lima spesimen yang diperiksa, tidak ada satu pun yang menunjukkan tanda infeksi.
Andi menyampaikan hasil itu dalam keterangan resmi secara daring. Dengan hasil tersebut, dugaan awal terkait keterkaitan WNA di Jakarta itu dengan kasus terduga hantavirus tidak terbukti dari pemeriksaan laboratorium.
Kepastian ini menjadi kabar penting di tengah perhatian terhadap dugaan paparan penyakit tersebut. Respons cepat dari notifikasi internasional, pelacakan kontak, hingga pemeriksaan di rumah sakit rujukan menunjukkan langkah penanganan dilakukan berlapis sebelum hasil akhir diumumkan.
Source: www.beritasatu.com




