Batam – Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) ingin menambah pegawai untuk mengisi posisi bidang arsitektur. Hal itu untuk mendukung kegiatan pembangunan infrastruktur yang saat ini sedang digalakkan pemerintah.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan, agar kegiatan pembangunan lancar dan memuaskan, Pemko Batam akan membuka lowongan pekerjaan untuk sedikitnya 60 arsitek.

Rudi mengatakan, Kota Batam membutuhkan arsitek-arsitek baru yang lebih segar untuk regenerasi. Puluhan arsitek tersebut diperlukan untuk mengisi berbagai posisi perencanaan pembangunan.

Menurut Rudi, regenerasi arsitek di Kota Batam sudah terputus dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu disebabkan pensiunnya beberapa tenaga ahli.

Sementara di sisi lain, pemerintah tidak pernah membuka penerimaan pekerjaan untuk posisi arsitektur dalam formasi proses penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS)

Baca Juga :   Pemkab Karimun Hemat Rp100 Miliar dari Absensi Elektronik

“Ini penting untuk regenerasi. Kalau tidak segera diisi, kita khawatir ke depan tidak ada lagi tenaga arsitek di Pemko Batam,” ujarnya akhir pekan lalu, dikutip dari barakata.id, Senin (17/6/19).

Wali Kota Batam Muhammad Rudi

Rudi menegaskan, untuk merancang pembangunan infrastruktur kota yang sejak beberapa tahun terakhir sedang digalakkan, Pemko Batam sangat membutuhkan tenaga arsitek. Dengan adanya tenaga yang ahli di bidang rancang bangun, diharapkan kegiatan pembangunan infrastruktur di kota yang berbatasan dengan negara Singapura itu bisa lebih berkualitas.

Mulai tahun ini, lanjut Rudi, Pemko Batam berusaha meminta kepada pemerintah pusat untuk menambah tenaga arsitek, melalui jalur penerimaan CPNS atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Baca Juga :   Legalisir Ijazah Caleg Batam Banyak Bermasalah

“Saya inginnya setiap tahun ada penambahan minimal 10 orang arsitek,” ujar mantan anggota DPRD Batam ini.

Rudi mengatakan, selain arsitek, Pemko Batam juga masih akan membuka penerimaan tenaga PPPK untuk guru dan tenaga kesehatan. Jumlah yang dibutuhkan pun tidak sedikit, mencapai 3.000 orang.

Saat ini, posisi guru dan tenaga kesehatan di Pemko Batam masih banyak diisi oleh pegawai honor.

“Kebutuhan untuk tenaga guru dan kesehatan sekitar 3.000 orang. Dua ribu untuk guru dan seribu untuk kesehatan,” katanya.

*****