pelantar.id – Pemerintah Kota Batam menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (23/10). Bantuan berupa uang tunai sebesar Rp1.024.966.100 itu diterima langsung oleh Wakil Gubernur NTB, Siti Rohmi Djalilah di kantornya.

Asisten Administrasi Umum Pemko Batam, Firmansyah mengatakan, bantuan uang Rp1,02 miliar itu terdiri dari, hasil penggalangan dana dari masyarakat yang tergabung dalam gerakan Batam Peduli Lombok sebesar Rp824.966.100. Kemudian sumbangan Kementrian Agama Kota Batam sebanyak Rp200 juta.

“Ada juga Rp260 juta dalam bentuk pembagunan satu masjid dan empat ruang kelas di pesantren di Gunung Sari Lombok Barat,” kata Firmansyah, Rabu (24/10).

Ia mengatakan, penyerahan bantuan tersebut, juga dihadiri perwakilan Kementrian Agama Kota Batam Sarbaini, Ketua MUI Batam Usman Ahmad, Lembaga Amil Zakat (LAZ)  Batam Ustad Sarifudin, dan perwakilan dari Tanggap Bencana (Tagana) Batam.‎

‎”Bantuan ini merupakan hasil kegiatan Batam Peduli Lombok yang digagas Pak Wali Kota Batam beberapa waktu lalu. Masyarakat dari berbagai elemen pun turut terlibat dalam aksi sosial itu ,” katanya.

Firman mengatakan, bantuan itu terwujud atas kepedulian dan empati masyarakat Kota Batam terhadap warga Lombok yang tertimpa bencana gempa beberapa waktu lalu.

Baca Juga :   Ombudsman Terima 46 Aduan, Pemko Batam Terbanyak Dilaporkan

“Bantuan ini dibawa langsung dan serahkan dalam bentuk cek dan dilengkapi berita acara, distribusi bantuan sendiri akan dilakukan Pemerintah Provinsi NTB ke daerah yang terdampak gempa karena kami yakin Pemprov NTB lebih paham daerah-daerah yang terkena musibah,” katanya.

Wagub NTB, Siti Rohmi menerima bantuan kemanusiaan dari masyarakat Kota Batam di Kantor Gubernur NTB, Selasa (23/10). Foto: Dok. Humas Pemko Batam

‎Wagub NTB, Siti Rohmi mengatakan, hingga kini gempa masih sering terjadi dan dirasakan masyarakat di wilayahnya. Dari Juli sampai sekarang, NTB diguncang gempa lebih dari 2.000 kali.

“Gempa yang terbesar Agustus kemarin. Itu yang terdampak pada kerusakan bangunan, baik milik masyarakat atau fasilitas umum,” katanya.

Baca Juga :   Sejarah Melayu di Kampung Tua Tanjung Uma

Baca Juga : 

Ia mengatakan, hampir seluruh daerah di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa terkena dampak gempa. Terutama di Sumbawa dan Sumbawa besar dimana tercatat 200 ribu bangunan rusak. Verifikasi yang dilakukan pemerintah kabupaten/kota, tercatat sebanyak 80 ribu rumah masyarakat yang rusak berat.

“Selain rumah, kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit, pesantren dan lain sebagainya,” ujarnya.

Siti memastikan, masyarakat NTB kink sudah mulai bangkit, sejalan dengan gerakan NTB Bangkit, gerakan yang mengajak, dan memotivasi seluruh elemen masyarakat untuk kembali membangun NTB agar pulih seperti sediakala.

Pembagunan di semua daerah terdampak gempa di Lombok sudah dilakukan sejak pascagempa. Di sisi lain, bencana gempa yang terjadi di Lombok juga dijadikan pelajaran untuk memperhatikan kondisi kelayakan bangunan.

“Ini pelajaran bagi kita semua, baik dari aspek keselamatan bangunan, tata ruang, mitigasi bencana dan pendidikan kebencanaan bagi anak anak,” ujar Siti.

 

Reporter : Fathurrohim

Editor : Yuri B Trisna