Pelantar.id – Pemko Batam terus melakukan upaya untuk menurunkan angka stunting.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, penanganan anak stunting tidak hanya dilakukan di Mainland saja, tapi juga dilakukan hingga ke Hinterland.

“Penanganan stunting harus menjadi perhatian kita semua. Karena itu Pemko Batam saat ini terus fokus untuk menuntaskan stunting ini,” katanya.

Karena itu, rembuk stunting perlu dilakukan guna membahas serta meningkatkan pemahaman kepada calon orang tua maupun juga kader-kader pendamping.

“Ciri-ciri stunting bisa kita lihat dari tingginya dan berat badannya yang tidak standar seusianya,” katanya.

Itu sebabnya melalui rembug stunting ini khususnya orang tua dapat memahami bagaimana mencegah anak yang akan dilahirkan nanti tidak stunting.

Begitu juga para pendamping juga dapat meningkatkan pengetahuan sehingga dapat memberikan penjelasan dan membantu para orang tua atau calon-calon pengantin.

“Tadi ada beberapa hal yang kita bahas untuk penanganan stunting di Kecamatan Hinterland ini. Belakangpadang, Bulang dan Galang,” kata Amsakar.

Salah satunya terkait dengan pelayanan kesehatan masyarakat maupun puskesmas yang jaraknya yang sulit untuk dijangkau.

Pemko Batam lanjutnya, akan mempertimbangkan untuk kader-kader pendamping di tiga kecamatan ini untuk diberikan biaya pengganti transportasi.

“Kemudian anak-anak yang stunting bagaimana gizinya tercukupi,” ujarnya.

Menurut Amsakar, angka stunting di Kota Batam sebenarnya relatif rendah yakni 6,2 persen untuk di Mainland dan 3,6 untuk yang di Hinterland. Namun, kendati demikian upaya penurunan angka harus terus dilakukan.