Bagi lulusan SMA, MA, SMK, hingga D3 yang ingin masuk lingkungan prajurit TNI Angkatan Udara, jalur Bintara PK Gelombang II/A-58 Tahun Anggaran 2026 sudah dibuka. Pendaftaran berlangsung mulai 18 Mei sampai 20 Juni 2026 dan seluruh prosesnya tidak dipungut biaya.
Kesempatan ini langsung menarik perhatian karena seleksinya sudah menetapkan syarat dari awal, termasuk ketentuan fisik, administrasi, sampai jadwal tahapan yang harus diikuti. Pelamar yang berminat perlu menyiapkan berkas dengan rapi dan memastikan semua syarat dasar sudah terpenuhi sebelum mendaftar.
Syarat dasar yang wajib dipenuhi
Pendaftar harus berstatus Warga Negara Indonesia, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta setia kepada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD Negara RI Tahun 1945. Selain itu, calon peserta juga wajib sehat jasmani dan rohani serta tidak memiliki catatan kriminal tertulis dari Kepolisian NKRI.
Ada pula batas usia yang harus diperhatikan. Lulusan D3 maksimal berusia 25 tahun per 29 Agustus 2026, sedangkan lulusan SMA, MA, dan SMK harus berusia minimal 17 tahun 9 bulan dan maksimal 24 tahun per 29 Agustus 2026.
Syarat lain yang juga tidak kalah penting adalah calon tidak sedang kehilangan hak menjadi prajurit berdasarkan putusan pengadilan. Peserta juga harus lulus pendidikan pertama untuk dibentuk menjadi prajurit.
Ukuran fisik jadi bagian penting seleksi
Selain dokumen dan usia, TNI AU juga menetapkan ketentuan tinggi badan yang harus dipenuhi. Calon Bintara PK pria wajib memiliki tinggi minimal 163 cm, sedangkan calon Bintara PK wanita atau Wara minimal 157 cm dengan berat badan seimbang.
Ketentuan fisik ini menjadi salah satu penyaring utama karena seluruh proses disusun untuk menjaring calon prajurit yang siap mengikuti pendidikan dasar militer. Karena itu, pelamar perlu mengecek kembali tinggi badan dan kondisi fisik sebelum mengajukan pendaftaran.
Begini alur pendaftarannya
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui situs resmi rekrutmen TNI AU di http://rekrutmen.tni-au.mil.id/. Calon peserta harus membuat akun baru dengan mengisi data diri hingga jenjang pendidikan, lalu melakukan validasi akun sebelum bisa login memakai username dan password yang sudah terverifikasi.
Setelah masuk ke sistem, peserta diminta melengkapi biodata. Isinya mencakup data pribadi, data pendidikan, data orang tua, serta prestasi yang dimiliki.
Langkah berikutnya adalah mencetak kartu daftar dalam bentuk PDF. Setelah itu, peserta perlu melakukan daftar ulang ke Lanud tujuan.
Jadwal seleksi dan pendidikan
Pendaftaran online dibuka pada 18 Mei hingga 20 Juni 2026. Setelah itu, seleksi tingkat pusat dijadwalkan berlangsung pada 7 sampai 27 Agustus 2026 di Lanud Adi Soemarmo.
Bila lolos, peserta akan mengikuti pendidikan pertama mulai 29 Agustus 2026. Pendidikan berlangsung di Skadik 402 untuk laki-laki dan Skadik 401 untuk perempuan sebelum peserta diangkat menjadi Bintara PK TNI AU berpangkat Sersan Dua.
Tahapan yang harus dilewati peserta
Seleksi Bintara PK TNI AU 2026 terdiri dari beberapa tahap penting. Rangkaian itu meliputi seleksi administrasi, pemeriksaan kesehatan luar dan dalam, uji kesamaptaan jasmani, tes psikologi, penelitian personel, hingga sidang pantukhir pusat.
Seluruh tahapan tersebut menjadi penentu akhir kelulusan peserta. Informasi lebih detail juga tersedia pada laman https://rekrutmen.tni-au.mil.id/mn_bintara2#syarat, termasuk penjelasan syarat yang perlu dipenuhi sebelum mengikuti seleksi.
Source: www.idntimes.com