Pendingin Mikro dan Trigger Bahu Bikin GT 50 Pro Terasa Serius, Harga Mulai Rp 6,9 Juta

Infinix GT 50 Pro datang ke Indonesia dengan pendekatan yang cukup berbeda untuk kelas ponsel gaming. Bukan cuma mengejar tenaga, perangkat ini juga menonjolkan sistem pendingin mikro yang jadi salah satu fitur paling dibicarakan.

Di pasar Indonesia, ponsel ini dibanderol mulai Rp 6,9 juta dan hadir dalam dua pilihan memori, yaitu 12GB/256GB serta 12GB/512GB. Infinix juga menempatkannya sebagai perangkat untuk pengguna yang ingin bermain gim dalam durasi panjang tanpa cepat terganggu panas berlebih.

Pendingin yang jadi pembeda utama

Sorotan terbesar GT 50 Pro ada pada sistem pendingin cair mikro-pompa yang disebut pertama di industri. Infinix memakai pompa panas keramik piezoelektrik untuk mengatur aliran cairan pendingin saat ponsel bekerja keras.

Aliran cairan ini disebut mencapai 6,5ml per menit. Android Authority melaporkan bahwa proses pendinginan tersebut bisa dipantau lewat Pipeline Window Display di bagian belakang ponsel, sehingga sistemnya tidak hanya fungsional tetapi juga dibuat terlihat secara visual.

Pendekatan itu membuat pendingin di GT 50 Pro terasa seperti bagian dari identitas produk. Jadi, komponen teknis yang biasanya tersembunyi justru ikut dipamerkan sebagai nilai jual utama.

Mesin kencang untuk beban game berat

Di sektor performa, GT 50 Pro mengandalkan MediaTek Dimensity 8400 Ultimate dengan fabrikasi 4nm. Chipset ini diklaim mampu melaju hingga 3,25GHz dan disiapkan untuk menangani gim berat maupun multitasking.

Dukungan daya juga dibuat besar melalui baterai 6.500mAh. Untuk isi ulang, perangkat ini membawa pengisian daya kabel 45W dan pengisian nirkabel 30W, sehingga pengguna punya lebih banyak opsi saat baterai mulai menipis di tengah aktivitas.

Bagi perangkat gaming, kombinasi ini penting karena performa dan ketahanan baterai sering jadi dua hal yang paling menentukan kenyamanan pemakaian. Infinix tampaknya memang sengaja membangun GT 50 Pro agar tetap stabil saat dipakai lama.

Kontrol fisik untuk permainan yang lebih presisi

Selain performa dan pendingin, Infinix juga menambah Pressure-Sense GT Trigger di sisi bahu ponsel. Fitur ini memakai dua tombol mekanis fisik dengan 10 tingkat sensitivitas tekanan.

Fungsi utamanya adalah memberi kontrol yang lebih presisi saat bermain gim kompetitif. CGMagOnline yang sempat menguji fitur ini menilai tombol tersebut membantu meningkatkan akurasi permainan, terutama bagi pengguna yang butuh respons cepat.

Kehadiran tombol bahu fisik ini membuat GT 50 Pro terasa lebih dekat dengan perangkat game khusus. Untuk pemain yang terbiasa dengan kontrol cepat, fitur seperti ini bisa memberi pengalaman yang lebih nyaman dan terarah.

Layar besar, kamera tetap ikut diperhatikan

GT 50 Pro membawa layar AMOLED 6,78 inci dengan resolusi 1,5K. Panel ini juga mendukung refresh rate 144Hz dan tingkat kecerahan puncak sampai 4.500 nits.

Spesifikasi layar tersebut membantu tampilan tetap enak dilihat di berbagai kondisi cahaya. Di sisi lain, Infinix tetap memberi ruang untuk kamera dengan kamera utama 50MP yang sudah dilengkapi OIS dan kamera ultra-lebar 8MP.

CGMagOnline menyebut hasil foto perangkat ini cukup baik saat kondisi terang. Detail dan akurasi warna dinilai terlihat kuat ketika cahaya mendukung, meski fokus utama perangkat ini tetap berada pada pengalaman gaming.

Aksesori pendingin dan harga resmi di Indonesia

Infinix juga menyiapkan GT Magcharge Cooler 2.0 sebagai aksesori tambahan. Aksesori ini membawa wireless bypass charging yang menyalurkan listrik langsung ke prosesor tanpa melewati baterai.

Skema tersebut membantu menekan panas saat ponsel dipakai bermain dalam waktu lama. Di saat yang sama, pendekatan ini juga diklaim bisa menjaga kesehatan sel baterai untuk pemakaian jangka panjang.

Untuk pasar Indonesia, GT 50 Pro hadir dalam warna Black Abyss, Red Blaze, dan Silver Glacier. Harga resminya berada di Rp 6.999.000 untuk 12GB/256GB dan Rp 7.999.000 untuk 12GB/512GB, dengan janji pembaruan sistem operasi selama tiga tahun serta pembaruan keamanan hingga lima tahun.

Exit mobile version