pelantar.id – Penganut Bumi Datar atau sering disebut Flat Earth semakin mengembangkan sayap untuk menambah penganutnya. Seperti diketahui, kelompok penganut teori Bumi Datar sudah ada sejak 1956. Sempat vakum dan kembali menuai perdebatan panas pada tahun 2000-an.

Semula jumlahnya memang masih minoritas. Namun, akhir-akhir ini jumlah penganut bumi datar semakin bertambah. Apa penyebabnya? dikutip dari detik.com, YouTube dituding menjadi penyebabnya.

Akademisi dari Texas Tech University belum lama ini mewawancarai 30 orang yang menghadiri konferensi Bumi Datar di Amerika Serikat. Sebanyak 29 di antaranya dulu sempat yakin Bumi itu bulat, tapi berubah pikiran setelah melihat video konspirasi di YouTube.

Asheley Landrum, salah seorang peneliti, menyebutkan salah satu video YouTube tentang Bumi datar yang paling berpengaruh adalah “200 proofs Earth is not a spinning ball”. Video itu efektif karena menunjukkan beragam argumen bahwa Bumi berwujud datar.

“Ada banyak informasi membantu di YouTube, tapi banyak pula informasi yang salah. Algoritma mereka memudahkan hal itu, dengan menampilkan informasi pada orang yang mungkin terpengaruh,” kata Landrum.

Baca Juga :   Lebih Tenang Memantai di Tegar Bahari Batam

Pihak YouTube sepertinya sadar dengan fenomena tersebut. Baru-baru ini, situs kepunyaan Google itu mengumumkan akan berhenti merekomendasikan video-video seperti teori Bumi datar dan jenis video berisi konspirasi lainnya.

Lima paham yang dipercayai kaum bumi datar

Dikutip dari liputan6.com ada beberapa kepercayaan yang membuat kaum bumi datar tetap pada jalurnya untuk mempercayai bahwa bumi datar itu benar adanya

Bumi berbentuk datar seperti sebuah kepingan CD

Kepercayaan mereka mengenai bentuk Bumi yang datar seperti kepingan CD. Mereka memperteguh keyakinan mereka bahwa keilmuan yang mempelajari Bumi berbentuk bulat hanyalah sebuah bualan untuk menipu manusia.

Pendaratan di Bulan Rekayasa

Mereka meyakini pendaratan bulan yang sudah berulang kali tersebut, hanyalah rekayasa dari para pelaku film di Hollywood. Dan tentu saja para astronot yang kita tahu, mereka menuduhnya sebagai para aktor bayaran dan pembohong belaka.

Tak Ada Gravitasi

Para kaum Flat Earth mengganti gravitasi dengan keyakinan mereka terhadap sebuah sistem elektromagnetik, atau teori lainnya seperti tekanan udara dan kepadatan benda, untuk menyangkal gravitasi. Mereka beralasan, karena para ilmuwan tidak dapat sepenuhnya menjelaskan bagaimana kerja gravitasi, maka gravitasi disimpulkan tidak nyata.

Baca Juga :   Monyet Acung Jari Tengah Saat Foto Selfie

Satelit untuk Membodohi Manusia

Mereka tidak percaya dengan adanya satelit, atau ada yang berteori satelit ada hanya sebagai salah satu alat pembohongan publik yang tak ada lagi fungsinya selain itu.

Namun mereka hanya menyajikan bantahan dan teori yang tak terukur. Mereka tetap tidak bisa menjelaskan pengganti satelit yang berguna untuk ponsel setiap manusia. Memang mereka menyatakan karena adanya BTS, lalu bagaimana dengan sebelum adanya ponsel pintar, seperti saat SLJJ di Indonesia dapat digunakan?

Bulan dan Matahari Berukuran Sama

Teori aneh lainnya adalah mereka menyatakan bahwa ukuran bulan dan matahari adalah sama. Aneh sekali, penelitian beratus-ratus tahun, harus disangkal dengan teori yang berdasarkan penglihatan dan imajinasi belaka.

Mereka percaya bahwa matahari dan bulan layaknya lampu sorot yang menyinari Bumi tergantung pada jam sehari. Ini, tentu saja tidak bisa menjelaskan bagaimana fenomena matahari terbenam, atau mengapa kita memiliki zona waktu.

dari berbagai sumber