Pelantar.id – Berbagai media Tiongkok telah memberitakan pebisnis berpengaruh, Zak Ma resmi masuk ke dalam partai Komunis di China. Untuk diketahui, partai politik itu adalah satu-satunya partai politik di Tiongkok. Kabar itu diungkapkan oleh media pemerintah Tiongkok People’s Daily pada Senin kemarin.

Pemerintah China menilai Jack Ma sebagai seorang pemimpin bisnis yang memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan nasional. Jack Ma adalah orang terkaya di China, dengan kekayaan bersih mencapai US$ 38,4 miliar (setara Rp 556 triliun), menurut data Bloomberg Billionaires Index.

Bahkan, dia masuk ke dalam daftar 100 orang yang dihormati secara resmi oleh Komite Pusat, di mana akan resmi diumumkan ke publik dalam perayaan 40 tahun reformasi ekonomi, awal bulan depan. Bagaimana dengan nasib perusahaanya?

Pria kelahiran Hangzhou itu mengatakan pada September lalu, bahwa dia berencana menyerahkan peran pemimpin eksekutif Alibaba kepada CEO Daniel Zhang, tahun depan.

Baca Juga :   Cara Orang Swiss Pertahankan Prinsip Hidup Sehat

Sebelumnya, Jack Ma pernah diperkenalkan sebagai anggota partai politik itu di sejumlah acara pemerintah, tetapi dia tidak pernah mempertegas hal tersebut di ruang publik.

 

Pendukung Xi Jinping

Di lain pihak, Jack Ma menyatakan dukungannya pada kebijakan Xi Jinping dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2016, ia mengusulkan agar biro keamanan nasional menggunakan data besar (big data) untuk mencegah kejahatan, mendukung upaya China untuk membangun pengawasan online yang tak tertandingi terhadap miliaran penduduknya.

Setelah Presiden Xi tahun lalu menyebut bahwa mengatasi ketidaksetaraan menjadi sama pentingnya dengan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, Jack Ma adalah salah satu yang pertama merespons.

Dia mengatakan kepada salah satu outlet media setempat, bahwa pengusaha yang telah memperoleh kemakmuran besar memiliki tanggung jawab untuk membantu meningkatkan perekonomian orang lain.

Baca Juga :   Jadi KEK, Batam Akan Kehilangan Daya Saing

Pernyataan itu dengan cepat memicu spekulasi publik bahwa sang miliarder sedang mengambil langkah untuk menjadi presiden China di masa depan.

“Saya cinta negara saya, biarkan saya dan Anda bekerja sesuai dengan keahlian masing-masing demi kemajuan bangsa,” ujar Ma menanggapi spekulasi itu.

Jack Ma adalah seorang guru Bahasa Inggris sebelum mendirikan Alibaba dengan koleganya. Saat itu, dia mengaku tidak punya bekal mumpuni untuk membangun bisnis.

Jack Ma menegaskan, bila dirinya bisa sukses, pastinya 70 persen orang di dunia juga bisa. Dalam meraih kesuksesan, ia menekankan pentingnya meningkatkan kualitas diri serta percaya pada proses dan visi yang dimiliki.

=======
sumber: liputan6.com