Penjualan Bitcoin oleh Strategy Memicu Gelombang Jual, MSTR dan Sentimen Ritel Makin Tertekan

Penurunan bitcoin kembali menyeret nama Strategy Inc. (MSTR) ke tekanan besar, sementara sentimen ritel terhadap saham itu dan bitcoin jatuh ke titik paling lemah sepanjang tahun ini. Di Stocktwits, suasana pasar berubah menjadi “extremely bearish” dengan skor 13/100, menandakan pesimisme yang makin dalam di tengah aksi jual crypto yang meluas.

Tekanan itu tidak berdiri sendiri karena pergerakan di aset digital lain ikut ikut melemah. Ethereum turun lebih dari 6% ke $1.745,60, sedangkan Solana merosot lebih dari 8% ke $68,33, memperlihatkan bahwa sentimen negatif menjangkau pasar yang lebih luas.

Yang paling menekan adalah kejatuhan bitcoin yang lebih dari 8% dalam 24 jam dan sempat turun di bawah $62.000. Pada perdagangan overnight, saham Strategy memperpanjang pelemahannya setelah sebelumnya anjlok lebih dari 7% pada Rabu, sehingga saham ini kembali jadi sorotan di tengah koreksi pasar kripto.

Pelemahan tersebut juga memicu pembacaan yang lebih hati-hati dari pelaku pasar. Paul Howard, senior director di liquidity provider Wincent, menyebut aksi jual dimulai dari transfer Strategy yang memicu outflow ETF, lalu diperburuk oleh berita spekulatif soal likuidasi Mt. Gox.

Howard menambahkan bahwa angka $50.000 mulai dibicarakan sebagian pelaku pasar sebagai potensi dasar tahun ini. Pandangan itu muncul saat para trader mencoba menilai seberapa jauh tekanan pada bitcoin masih bisa berlanjut sebelum menemukan titik stabil.

Di sisi lain, langkah Strategy sendiri ikut memperkeruh suasana. Awal pekan ini, perusahaan mengumumkan penjualan 32 bitcoin, yang menjadi penjualan pertama sejak 2022, dan sebelumnya hanya pernah menjual bitcoin satu kali, yakni pada Desember 2022.

Aksi itu langsung memantik reaksi luas di pasar aset digital. Canaccord menilai respons pasar terhadap penjualan tersebut negatif, meski volume yang dijual kecil dan sifatnya lebih simbolis daripada material.

Di Wall Street, sejumlah analis ikut menyesuaikan pandangan mereka terhadap Strategy. Canaccord pada Rabu memangkas target harga Strategy lebih dari 27% menjadi $163 dari $224, namun tetap mempertahankan rating ‘Buy’.

Analis Joseph Vafi menilai bisnis utama perusahaan pada dasarnya adalah kendaraan pasar modal untuk membiayai pembelian BTC yang lebih besar. Canaccord juga menyebut perusahaan sedang mengedukasi pasar bahwa menjual bitcoin untuk mendanai dividen kadang lebih masuk akal dalam jangka panjang daripada menjual saham Strategy.

Mizuho mengambil langkah serupa dengan menurunkan target harga Strategy menjadi $265 dari $320. Meski begitu, rating ‘Outperform’ tetap dipertahankan karena perusahaan masih dipandang secara konstruktif walau “crypto winter” berlanjut.

Pesimisme ritel terhadap MSTR dan bitcoin terlihat jelas di Stocktwits. Pada saat penulisan, sentimen berada di area “extremely bearish” dengan skor 13/100, sementara sentimen untuk Ethereum masih bullish.

Beberapa pengguna bahkan menggambarkan situasi itu sebagai “doomsday for crypto”. Di saat yang sama, Peter Schiff, CEO dan Chief Global Strategist Euro Pacific Capital, memperingatkan lewat X bahwa aset kripto tampak siap melemah lebih jauh.

Schiff mengatakan grafik bitcoin terlihat buruk, tetapi grafik Ethereum dan Solana terlihat lebih lemah lagi. Ia juga menilai penjualan yang terjadi sejauh ini masih berlangsung tertib tanpa tanda kepanikan, meski ia memperkirakan kondisi itu bisa berubah cepat.

Dalam 12 bulan terakhir, saham MSTR turun lebih dari 67%. Pada periode yang sama, bitcoin kehilangan lebih dari 40% nilainya, sedangkan iShares Bitcoin ETF (IBIT) turun hampir 39%.

Gabungan dari kejatuhan harga bitcoin, reaksi negatif terhadap penjualan BTC oleh Strategy, dan memburuknya sentimen ritel membuat saham MSTR kembali berada di bawah tekanan. Pelaku pasar kini menunggu apakah pelemahan crypto akan berhenti di area yang mulai disebut-sebut, atau justru terus bergerak lebih dalam.

Exit mobile version