Perak Antam Menguat Saat Emas Melemah, Arah Logam Mulia Mulai Tak Seirama?

Di saat emas Antam justru melemah, perak Antam melawan arah dan tetap mencatat kenaikan pada perdagangan hari ini. Pergerakan yang tidak sejalan ini membuat pasar logam mulia terlihat lebih dinamis, terutama karena harga perak domestik justru menguat ketika harga global masih tertekan.

Perak Antam naik Rp 400 menjadi Rp 50.200 per gram. Sementara itu, emas Antam turun Rp 12.000 menjadi Rp 2,788 juta per gram, sehingga fokus pasar bergeser pada aset mana yang lebih tahan menghadapi tekanan saat ini.

Perak masih bertahan di tengah pelemahan global

Kenaikan perak Antam bukan hanya terjadi hari ini. Pada Kamis (21/5/2026), harga perak Antam juga sudah naik Rp 1.150 per gram, menunjukkan tren penguatan yang berlanjut dalam dua hari perdagangan.

Antam menampilkan perak batangan sebagai salah satu pilihan investasi di laman Logam Mulia. Produk yang tersedia mencakup silver bar 250 gram dalam bentuk casting dan silver bar 500 gram dengan finishing halus.

Meski begitu, arah pasar internasional belum sepenuhnya mendukung. Harga perak spot turun 0,5% menjadi US$ 76,32 per ons troi pada Jumat pagi, sehingga penguatan di dalam negeri terlihat berjalan berlawanan dengan kondisi global.

Emas ikut tertekan di dalam dan luar negeri

Berbeda dengan perak, emas Antam bergerak turun pada perdagangan hari ini setelah sebelumnya sempat menguat cukup besar. Pada Kamis (21/5/2026), harga emas Antam naik Rp 35.000 per gram, tetapi kenaikan itu tidak bertahan pada sesi berikutnya.

Di pasar global, emas spot juga melemah 0,2% menjadi US$ 4.534,29 per ons troi pada pukul 07.47 WIB. Secara mingguan, harga emas global tercatat turun sekitar 0,1%, menambah tekanan pada pergerakan emas di pasar domestik.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pelemahan emas tidak berdiri sendiri. Saat tekanan global masih terasa, harga emas Antam pun ikut terkoreksi dan membuat pergerakan logam mulia kembali tidak solid.

Arah pasar mulai tidak seragam

Pola perdagangan hari ini memperlihatkan perbedaan yang makin jelas antara perak dan emas. Perak Antam tetap kuat ketika emas Antam dan harga spot global sama-sama melemah.

Bagi pelaku pasar, situasi seperti ini penting dicermati karena menunjukkan dinamika permintaan yang berubah cepat. Untuk sementara, perak Antam terlihat lebih tahan dibanding emas Antam, meski arah berikutnya tetap sangat dipengaruhi oleh pergerakan pasar global dan respons di dalam negeri.

Source: www.beritasatu.com
Exit mobile version