pelantar.id – Perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-73 di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, 17 Agustus 2018 berlangsung khidmat dan semarak. Berbagai perlombaan rakyat digelar, sebagai bentuk kegembiraan anak bangsa mengisi peringatan hari kemerdekaan.

Acara-acara yang diadakan masyarakat Karimun sudah dimulai sejak awal Agustus. Lomba-lomba tradisional seperti balap karung, panjat pinang, tarik tambang, makan kerupuk dan lainnya sangat mudah ditemui di beberapa lokasi di daerah itu. Selepas upacara pengibaran bendera Merah Putih yang dipusatkan di Coastal Area, 17 Agustus lalu, kegiatan-kegiatan masyarakat belum selesai.

Di sejumlah tempat, perkampungan dan kompleks perumahan, kemeriahaan masih berlanjut. Baik acara yang digelar pemerintah, perusahaan swasta maupun swadaya masyarakat, selalu ramai dan disambut antusias oleh warga. Semua bergembira.

Di Kampung Banjar RT 003 RW 004 Kelurahan Parit Benut, Kecamatan Meral misalnya. Antusiasme warga setempat tampak jelas. Mereka, baik anak-anak maupun orang dewasa, laki-laki dan perempuan, bersuka-ria mengikuti aneka perlombaan yang disusun panitia, Minggu (26/8).

Dimulai dengan jalan santai dengan rute seputar arena permainan fasilitas umum, peserta berputar ke arah Simpang Mutiara masuk kearah jalan industri dan kembali ke titik kumpul acara perlombaan. Panitia sudah menyiapkan berbagai acara seperti, makan kerupuk, balap karung, baiak, panjat pinang, anyam ketupat, sendok kelereng, tarik tambang, pancing botol, oper tepung dan lainnya.

Sabari Basirun, promotor perlombaan rakyat di tempat itu mengatakan, acara tersebut sengaja digelar untuk membuat masyarakat bergembira. Tentu saja, di balik itu juga terselip pesan agar masyarakat terutama generasi muda selalu ingat terhadap jasa para pahlawan yang sudah membuat Indonesia terbebas dari penjajah.

“Jadi, perlombaan rakyat ini bukan semata-mata untuk bergembira saja, tapi kami juga ingin ada makna tentang kemerdekaan yang bisa diambil oleh masyarakat. Rasa nasionalisme dan patriotisme harus tetap dirawat, kita semua bertanggung jawab mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal positif,” katanya.

Baca Juga :   Pasca Gempa Palu, Warga Jarah Toko untuk Dapatkan Makanan

Selain di Kampung Banjar, Sabari dan Basirun juga mengkoordinir perlombaan rakyat di dua kampung lain yakni di Awangnur Kelurahan Baran Barat, dan Guntung Punak di Kelurahan Darussalam.

“Ada yang sudah memulai lomba sejak hari Sabtu, ada yang hari Minggu. Acara puncak peringatan HUT RI memang banyak yang dilakukan akhir bulan ini, karena kegiatan rakyat memang padat sekali. Hampir di semua tempat di Karimun menggelar perlombaan rakyat, belum lagi yang di lingkungan dalam perusahaan,” ujar Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Karimun ini.

Untuk mengakomodir para orang tua, panitia perayaan di beberapa tempat di Karimun juga menggelar pertandingan domino dan catur. Kegiatan itu dianggap cocok untuk orang-orang yang sudah berumur, karena tidak membutuhkan tenaga banyak melainkan mengedepankan fungsi otak.

Kegembiraan dalam merayakan hari Kemerdekaan Indonesia memang seolah-olah tak kunjung selesai. Meski Agustus sudah berlalu, kegembiraan yang dimunculkan oleh perlombaan-perlombaan rakyat itu dipercaya akan terus membekas, sampai perayaan serupa di tahun berikutnya.

Peserta lomba mengayam ketupat sempena perayaan HUT RI ke-73 di Kampung Banjar, Karimun, Minggu (26/8).
(Foto: PELANTAR/Abdul Gani)

Suryati (48), warga Kampung Banjar yang ikut lomba menganyam ketupat mengaku sangat senang bisa berpartisipasi dalam memeriahkan perayaan HUT RI tahun ini. Apalagi, ia bisa tampil sebagai juara pertama. Suryati menjadi perempuan tercepat di antara belasan peserta lain.

“Hampir tiap tahun saya memang ikut lomba ini, Alhamdulillah tahun ini bisa nomor satu. Tadi saya anyam ketupat pasar, begitu sebutan warga di sini kalau melihat jenis ketupat yang saya,” katanya.

Baca Juga :   Perlawanan Asyura Tamat, Yusuf Sirat Ketua DPRD Karimun

Selain lomba anyam ketupat, Suryati juga ikut beberapa lomba lain seperti lomba bakiak, dan tanding tarik tambang. Tak ada motivasi untuk mendapatkan hadiah, semua itu semata-mata untuk mendapatkan kegembiraan.

“Untuk senang-senang aja, kumpul sama teman-teman yang lain. Kalau dapat hadiah, ya bersyukur,” kata dia.

Suryati dan warga lainnya berharap, kegiatan-kegiatan yang memunculkan kegembiraan rakyat seperti pada perayaan HUT RI ini bisa terus digelar setiap tahun.

Perlombaan rakyat lain yang digelar Minggu (26/8) adalah lomba sampan campang di Desa Sungai Buluh, Kecamatan Ungar. Kegiatan ini cukup menyedot perhatian warga setempat dan sekitarnya. Mereka bersorak-sorai memberi dukungan kepada peserta agar lebih laju mengayuh sampan.

Sekretaris Kecamatan Ungar, Heri Furwandi mengatakan, lomba sampan campang ini sudah digelar sejak beberapa kali perayaan HUT RI. Antusiasme masyarakat cukup tinggi, baik sebagai peserta maupun penonton. Untuk pendanaan, selain swadaya masyarakat juga ada sponsor dari pihak ketiga.

“Alhamdulillah acaranya sukses, peserta dan penonton ramai,” katanya.

Pesta rakyat sempena HUT RI ke-73 juga dilakukan manajemen PT Timah di kawasan Sport Centre, Prayun, Kundur, Sabtu (25/8). Untuk melengkapi kegembiraan warga, pihak perusahaan bahkan mendatangkan grup band Wali.

Kehadiran grup band tersohor di Indonesia itu langsung dibanjiri ribuan masyarakat. Selain HUT RI ke-73, acara ini juga menjadi puncak dari rangkaian Bulan Bakti dan HUT Perseroan itu yang ke-42 tahun.

“Pesta Rakyat ini memang agenda tahunan perusahaan. Sengaja digelar untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat Karimun, khususnya di wilayah Kundur,” kata Direktur Utama PT Timah Tbk, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani.

Reporter : Abdul Gani
Editor : Yuri B Trisna