Persib Tinggal Sejengkal Lagi Juara, Dedi Mulyadi Minta Bobotoh Jaga Ketertiban

Euforia besar di Bandung mulai terasa, tetapi Dedi Mulyadi justru lebih dulu mengingatkan soal satu hal yang dianggap paling penting: ketertiban. Gubernur Jawa Barat itu meminta Bobotoh tidak merayakan peluang juara Persib dengan cara yang merugikan banyak pihak.

Ia menegaskan bahwa kemenangan besar seharusnya tidak berubah menjadi gangguan di ruang publik. Karena itu, ia meminta agar tidak ada aksi berlebihan, termasuk sweeping kendaraan luar daerah, saat perayaan berlangsung.

Pesan itu disampaikan Dedi usai menghadiri syukuran HUT Ke-80 Kodam III/Siliwangi di Graha Manggala Siliwangi, Kota Bandung. Dalam kesempatan tersebut, ia menilai momen ketika gelar sudah sangat dekat justru harus dijaga dengan sikap yang tertib dan dewasa.

“Kalau juara sudah di depan mata, kita tinggal menjaga sikap dan ketertiban kita dalam mengelola kejuaraan itu,” ujar Dedi. Ia juga menambahkan, “Jangan ada sikap yang aneh, yang mencederai kita sebagai seorang juara.”

Persib hanya butuh satu poin

Di sisi lain, peluang Persib Bandung untuk mengunci gelar Super League musim 2025/2026 memang sudah sangat terbuka. Maung Bandung memimpin klasemen dengan 78 poin dan hanya membutuhkan satu poin lagi saat menghadapi Persijap Jepara.

Laga itu akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung. Situasi ini membuat perhatian publik tertuju ke Kota Kembang karena Persib juga berpeluang menorehkan sejarah sebagai juara liga tiga kali berturut-turut.

Dengan posisi yang begitu dekat ke tangga juara, suasana di Bandung pun dipenuhi antisipasi. Namun, Dedi menekankan bahwa kebanggaan atas prestasi klub harus tetap dibarengi sikap yang tidak merugikan warga lain.

Imbauan untuk semua warga Jawa Barat

Peringatan Dedi tidak hanya ditujukan kepada Bobotoh. Ia juga berharap masyarakat Jawa Barat secara umum ikut menjaga keamanan dan kenyamanan selama pertandingan maupun saat perayaan berlangsung.

Baginya, keberhasilan Persib semestinya menjadi kebanggaan bersama, bukan sesuatu yang tercoreng oleh tindakan yang mencederai citra klub dan pendukungnya. Karena itu, ia meminta semua pihak menahan diri agar euforia tidak berubah menjadi masalah sosial.

Di tengah besarnya harapan melihat Persib segera memastikan gelar, sorotan kini bukan hanya tertuju pada hasil pertandingan. Cara merayakannya juga menjadi bagian penting agar momen besar itu tetap terasa tertib dan beradab.

Source: bola.bisnis.com

Baca Juga

Back to top button