Brisbane Roar menutup rangkaian musim Isuzu UTE A-League Men 25/26 dengan lawatan ke markas Perth Glory di HBF Park, Perth. Laga ini langsung membawa perhatian karena menjadi partai terakhir Roar di musim berjalan dan mempertemukan dua tim yang sudah lama berbagi sejarah persaingan di kompetisi yang sama.
Bagi Brisbane, duel ini bukan sekadar pertandingan penutup. Laga tandang tersebut juga jadi kesempatan untuk menjaga catatan akhir musim tetap positif, sambil menguji seberapa jauh kedalaman skuad yang dimiliki Michael Valkanis bisa diandalkan saat beberapa pemain utama masih absen.
Komposisi skuad mengalami perubahan
Jelang laga terakhir, Valkanis melakukan penyesuaian pada daftar pemain Brisbane Roar. Benjamin Halloran dan Mikael Evagorou-Alao mendapat tempat di skuad, sementara Jacob Brazete harus keluar dari daftar pertandingan.
Perubahan ini memberi Roar tambahan pilihan, terutama di sektor yang bisa membantu menjaga energi tim sepanjang pertandingan. Kehadiran Halloran dan Evagorou-Alao juga menarik perhatian karena keduanya berpotensi memberi kontribusi di lini serang atau lini tengah.
Namun, Brisbane tetap belum bisa tampil dengan kekuatan penuh. Christopher Long masih bermasalah pada kaki, Nathan Amanatidis mengalami gangguan pada paha, Nicholas D’Agostino masih cedera kaki, dan Milorad Stajic juga belum tersedia karena cedera kaki.
Daftar pemain yang dibawa ke Perth
Skuad yang disiapkan untuk laga ini memuat kombinasi pemain yang cukup beragam. Nama-nama seperti Dean Bouzanis, Macklin Freke, Marius Lode, Austin Ludwik, James McGarry, James O’Shea, Henry Hore, Matthew Dench, Justin Vidic, Michael Ruhs, Quinn MacNicol, Noah Maieroni, Niall Thom, dan Jordan Lauton masuk dalam daftar.
Daftar tersebut juga mencakup Youstin Delfin Salas Gomez, Dimitri Valkanis, Samuel Klein, George Vrakas, Benjamin Halloran, serta Mikael Evagorou-Alao. Komposisi ini menunjukkan bahwa Roar masih memiliki beberapa opsi untuk menjaga keseimbangan tim di laga tandang terakhir musim ini.
Rekor pertemuan yang cukup rapat
Pertemuan Brisbane Roar dan Perth Glory selama ini dikenal berlangsung sengit. Dari 58 duel head-to-head, Brisbane menang 29 kali, Perth Glory meraih 17 kemenangan, dan 12 pertandingan lainnya berakhir tanpa pemenang.
Catatan itu menunjukkan bahwa kedua tim relatif sering saling menahan. Dalam banyak pertemuan, hasil akhir biasanya ditentukan oleh detail kecil seperti penyelesaian akhir yang efektif dan organisasi bertahan yang disiplin.
Kondisi seperti itu juga membuat pertandingan di Perth berpotensi berjalan ketat sejak awal. Perth Glory tentu ingin memanfaatkan keuntungan bermain di kandang, sementara Brisbane datang dengan target yang jelas: menutup musim dengan hasil yang layak dan performa yang solid.
Fokus pada laga terakhir musim
Bagi Brisbane, pertandingan ini juga menjadi semacam tolok ukur tambahan untuk menilai kesiapan pemain pelapis. Saat musim sudah memasuki ujung, kesempatan seperti ini sering dipakai untuk melihat tanggapan skuad saat berada di bawah tekanan dan ketika harus menjaga intensitas sampai peluit akhir.
Perth Glory sendiri akan mengandalkan dukungan publik HBF Park dalam partai terakhir mereka di musim ini. Dengan riwayat pertemuan yang tidak terlalu jauh berbeda, laga ini punya modal untuk berlangsung dalam tempo disiplin dan penuh perhatian terhadap setiap momen penting.
Pertandingan Perth Glory FC melawan Brisbane Roar FC dijadwalkan berlangsung di HBF Park, Perth, pada Sabtu, 25 April. Kick-off dimulai pukul 9:45 malam AEST dan laga ini dapat disaksikan melalui Paramount+.
Source: brisbaneroar.com.au