Banyak orang mengira semua sumber karbohidrat punya dampak yang sama pada tubuh. Padahal, pilihan antara roti gandum dan nasi putih bisa ikut memengaruhi kondisi kulit, terutama bagi yang ingin wajah tampak lebih tenang dan minim jerawat.
Perbedaan itu muncul dari cara tubuh memproses keduanya. Nasi putih cepat dicerna dan memiliki indeks glikemik tinggi, sedangkan roti gandum dicerna lebih lambat dengan indeks glikemik lebih rendah.
Saat gula darah naik terlalu cepat, tubuh dapat merespons dengan lonjakan hormon androgen. Respons ini ikut mendorong produksi minyak berlebih di kulit, yang kemudian berisiko menyumbat pori-pori dan memunculkan jerawat.
Roti gandum dinilai lebih bersahabat karena tidak memicu lonjakan hormon sebesar itu. Produksi minyak pun cenderung lebih terkontrol, sehingga kulit bisa terlihat lebih tenang dibanding saat terlalu sering mengonsumsi nasi putih.
Keunggulan roti gandum tidak berhenti di situ. Kandungan seratnya yang tinggi membantu melancarkan pencernaan dan mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus.
Hubungan antara usus dan kulit membuat asupan karbohidrat ikut relevan untuk kesehatan wajah. Pencernaan yang tidak lancar, termasuk sembelit, dapat membuat racun menumpuk di dalam tubuh dan dikaitkan dengan kulit kusam serta jerawat.
Dari sisi nutrisi, kulit juga membutuhkan vitamin dan mineral untuk regenerasi dan perbaikan. Beberapa yang disebut penting antara lain vitamin B, zinc, magnesium, dan zat besi.
Roti gandum dianggap lebih menguntungkan karena proses pengolahannya lebih minim. Karena itu, nutrisi di dalamnya relatif lebih terjaga dan dapat membantu pergantian sel serta perbaikan skin barrier.
Sebaliknya, nasi putih melalui proses penggilingan yang menghilangkan banyak nutrisi. Akibatnya, kandungan vitamin dan mineralnya menjadi sangat rendah dan tidak banyak mendukung perbaikan kulit.
Meski begitu, pilihan yang terlihat lebih baik untuk kulit tetap perlu menyesuaikan kondisi tubuh masing-masing. Roti gandum mengandung gluten, sehingga tidak cocok untuk orang dengan celiac disease, alergi gandum, atau sensitivitas gluten.
Pada kelompok tersebut, konsumsi roti gandum justru bisa memunculkan masalah seperti jerawat parah hingga ruam kulit. Karena itu, kebutuhan setiap orang tetap perlu diperhatikan sebelum menjadikannya menu harian.
Bagi yang ingin alternatif selain nasi putih, nasi cokelat dapat dipertimbangkan. Nasi ini memiliki indeks glikemik lebih rendah, lebih kaya serat, dan disebut memberi manfaat anti-inflamasi untuk kulit yang mirip roti gandum.
Agar manfaatnya lebih terasa, nasi cokelat juga bisa dipadukan dengan sayuran tinggi serat. Kombinasi ini membantu mendukung kesehatan pencernaan sekaligus memberi dukungan tambahan untuk kulit.
Source: www.beautynesia.id