Pelantar.id – Provinsi Kepulauan Riau menyimpan banyak destinasi. Namun, belum semua wisata di masing-masing daerah dikenal khalayak, salah satunya wisata di Kabupaten Lingga.

Padahal wisata di Lingga sangat potensial untuk menarik wisatawan terutama lewat wisata alamnya hingga wisata sejarah. Apa saja destinasi yang ditawarkan pusat tanah Melayu ini?

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lingga Raja Fahrurrozi, keindahan destinasi di Lingga tidak kalah dengan daerah lain di Kepulauan Riau.

“Lingga menyimpan sejarah panjang Melayu. Dan pernah menjadi pusat dari budaya Melayu. Peninggalam masa lalu Melayu, menjadi salah satu destinasi unggulan di Lingga. Tapi, kita juga punya wisata bahari yang indah-indah. Ada juga air terjun dan masih banyak lagi. Kita akan menggali semua potensi itu,” kata Raja Fahrurrozi, Minggu (24/2) yang dikutip dari Genpi.co.

Berikut beberapa objek wisata yang ditawarkan Kabupaten Lingga :

Masjid Jami Sultan Lingga

Inilah masjid tertua di Lingga, mungkin yang tertua di Kepulauan Riau. Berada persis di tengah-tengah Kota Daik, masjid ini dibangun pada tahun 1800, oleh Sultan Mahmud Syah, Sultan Yang Dipertuan Besar Riau Lingga, Johor, Pahang. Hingga kini, masjid ini masih berdiri kokoh dan digunakan sebagai pusat peribadatan umat Islam di Kota Daik Lingga dan sekitarnya.

Benteng Kuala Daik

Inilah benteng pertahanan lapis tiga. Perannya sentral bagi menjaga pertahanan Kerajaan Lingga di masa silam. Benteng Kuala Daik memiliki dua titik strategis yang dulunya difungsikan untuk meriam-meriam yang akan menyerang kapal-kapal musuh masuk ke kawasan teritorial kerajaan melalui mulut Sungai Daik. Kawasan utama benteng, berada di sisi punggung pantai, menghadap tepat ke arah Laut. Satu lagi adalah Kubu Pertahanan Parit. Posisi ini berada di sisi kiri Muara Sungai Daik. Di sana, terdapat 16 meriam yang sebagian besar berukuran 2,5 meter.

Baca Juga :   Wisata Kepri Belum Pulih, Kunjungan Wisman Masih Turun

Situs Istana Damnah

Selain benteng, masjid, makam, tapak-tapak sejarah Kerajaan Lingga di masa silam yang hingga kini masih bisa dinapaktilasi adalah Situs Istana Damnah. lstana Damnah diaebut dibangun tahun 1860, pada masa pemerintahan Sultan Sulaiman Badrul AJamsyah 11 1857- 1883). Fisik bangunannya berbentuk panggung, dengan dua buah pintu masuk dan empat buah tiang penyangga yang terbuat dari beton. Di depan istana, ada bekas pondasi bangunan Balairung Seri. Di masa silam, tempat ini difungsikan sebagai tempat musyawarah dan pertemuan-pertemuan penting.

Air Terjun Resun

Airnya bening bak kristal. tumpah ruah dari puncak, menimbulkan bunyi gemuruh saat hantamannya menyentuh permukaan berbatu di sisi paling bawah. Dentuman air itu jatuh tak berjeda. Lalu mengalir tenang, menyemburatkan kilau kehijau-hijauan saat diterpa sinar matahari yang menerobos di sela-sela rindang pepohonan. Begitulah suguhan yang bakal Anda dapat kalau menapaki air terjun bernama Resun yang berada di Dusun Resun, Kecamatan Lingga Utara.

Air Terjun Batu Ampar

Airnya yang bening dan mengalir deras dari puncak gunung adalah sebagian faktor yang menyebabkan air terjun Batu Ampar terus dikunjungi orang. Tapi, bukan itu saja daya tarik air terjun yang berada di Desa Air Salak ini. Ada panorama sekitarnya yang menawan. Posisi air terjun ini tepat berada di kaki Gunung Muncung.

Tugu Mini Khatulistiwa

Pernah membayangkan berdiri di atas bukit, di titik lintang nol derajat yang dilalui garis khatulistiwa? Anda tak perlu ke Bonjol, Pontianak atau Halmahera untuk mewujudkannya. Datanglah ke Lingga, tepatnya di Tanjung Teludas, Desa Mentuda, Kecamatan Lingga. Di sana, Anda akan temukan sebuah tugu yang oleh warga kerap disebut dengan tugu mini khatulistiwa. Tugu ini dibangun sebagai penanda bahwa wilayah tersebut merupakan titik lintang nol derajat yang dilalui garis equator.

Pemandian Air Panas Singkep

Baca Juga :   Menarik Wisatawan ke Kepri dari Banyak Event Wisata

Ingin melepas lelah, berendam di air hangat sembari menikmati atmosfir hutan karet yang asri? Kunjungi Pemandian Air Panas yang berlokasi di Kecamatan Singkep ini. Dari pusat kota, lokasi pemandian air panas ini tak begitu sulit dilangkau. Di sana, penat Anda bakal terbayar. Sebab pemandian air panas ini memiliki air mengandung belerang yang bening dan bersih. Lokasinya pun sangat asri.

Pantai Batu Berdaun

Destinasi wajib kalau bertandang ke Dabo. Pantai Batu Berdaun dianggap sebagai satu dari sekian banyak pantai terbaik di Kabupaten Lingga. Panorama yang ditawarkan memang yahud. Kalau berada di sana, Anda bakal terkesima oleh hamparan pasirnya yang luas membentang. Garis pantainya, membujur panjang dua hingga tiga kilometer. Sepanjang tepiannya, tumbuh lebat pohon-pohon cemara yang sesekali selingi oleh pohon nyiur.

Pulau Sikeling

ulau Sikeling adalah destinasi wisata bahari terdepan di Kabupaten Lingga. Bagi komunitas yacht dunia, Sikeling bukan nama asing. Bagaimana tidak, sejak delapan tahun belakangan, Pulau Keling, telah jadi titik labuh utama bagi event Neptune Regatta, sebuah lomba pacu yacht tahunan. Sikeling menjadi home base bagi puluhan yacht dari berbagai belahan dunia. Sebab, selain berkontur ciamik, pulau ini memang dekat dengan perairan yang dilalui garis khatulistiwa.

Pulau Benan

Pulau Benan berada di sisi Utara Kabupaten Lingga yang berjarak hanya beberap mil dari gugusan Pulau Abang, Batam. Dulu, pulau ini dikenal dengan sebutan Pulau Paus lantaran bentuknya yang menyerupai ikan paus. Memiliki dua rupa: deretan rumah panggung milik warga di sisi Utara dan bentangan pantai berpasir putih di belahan Barat, sejak beberapa tahun belakangan, pulau cantik ini telah dilirik komunitas yacht. Dan, kini menasbihkan diri sebagai salah satu yacht playing ground terkemuka di Kepulauan Riau.

sumber: genpi.co

foto: seniberjalan.com