Poco M8s 5G hadir di pasar global sebagai opsi paling dasar di keluarga M8, tetapi tetap membawa beberapa bekal yang jarang ditemui di kelas entry-level. Dua daya tarik utamanya langsung terlihat dari baterai 7.000 mAh dan layar 6,9 inci dengan refresh rate 144 Hz.
Di sisi harga, perangkat ini diposisikan untuk pengguna yang mencari ponsel murah dengan spesifikasi yang terasa lebih tinggi dari kelasnya. Poco membanderolnya mulai 189 dollar AS atau sekitar Rp 3,2 jutaan untuk varian 6 GB/128 GB, sementara versi 8 GB/256 GB dijual 219 dollar AS atau sekitar Rp 3,7 jutaan.
Baterai besar jadi sorotan utama
Bekal baterai 7.000 mAh menjadi nilai jual paling kuat pada Poco M8s 5G. Poco mengklaim daya tahannya bisa dipakai menonton video hingga 23 jam, memutar musik sampai 100 jam, dan merekam video hingga 10 jam.
Saat baterai tinggal 1 persen, perangkat ini masih disebut bisa dipakai untuk panggilan sekitar 59 menit. Dalam mode siaga, Poco menyebut ponsel tersebut mampu bertahan hingga 7,5 jam, sehingga fokus utamanya memang diarahkan ke pemakaian harian yang panjang.
Poco juga menambahkan BatteryExtender Chip dan material sel baterai baru untuk menjaga performa baterai. Perusahaan menyebut baterai tetap optimal di suhu minus 20 derajat celsius, dengan klaim penggunaan video hingga 12 jam atau panggilan sampai 7 jam pada kondisi tersebut.
Layar besar dengan refresh rate tinggi
Selain baterai, sektor layar juga dibuat menarik untuk kelas harganya. Poco M8s 5G membawa panel 6,9 inci beresolusi Full HD Plus 2.340 x 1.080 piksel, lalu mendukung refresh rate sampai 144 Hz pada aplikasi tertentu.
Refresh rate tinggi seperti ini biasanya membuat tampilan terasa lebih mulus saat menggulir layar atau berpindah menu. Poco juga mencatat tingkat kecerahan hingga 850 nit dalam mode high brightness.
Untuk kenyamanan penggunaan jangka panjang, layar ini dilengkapi sertifikasi TUV Rheinland untuk low blue light dan pengurangan flicker. Kombinasi tersebut ditujukan agar mata tidak cepat lelah saat ponsel dipakai dalam waktu lama.
Performa dibuat sederhana, tapi tetap fleksibel
Di sektor dapur pacu, Poco memilih Snapdragon 6s Gen 3 dengan proses fabrikasi 6 nm. Chip ini dipasangkan dengan RAM LPDDR4x hingga 8 GB dan penyimpanan internal UFS 2.2 hingga 256 GB.
Kalau ruang simpan masih kurang, tersedia slot microSD yang mendukung kartu hingga 2 TB. Susunan ini membuat M8s 5G masih cukup leluasa untuk kebutuhan dasar seperti menyimpan aplikasi, foto, dan video.
Sebagai model paling bawah di keluarga M8, Poco memang menempatkan M8s 5G di bawah Poco M8 dan M8 Pro. Artinya, perangkat ini datang dengan chipset, kamera, dan kecepatan pengisian yang lebih ringan dibanding dua saudaranya.
Kamera, pengisian daya, dan fitur pendukung
Di bagian belakang, Poco M8s 5G memakai kamera utama 50 MP dengan bukaan f/1.8 yang ditemani satu lensa tambahan tanpa rincian detail. Sementara itu, kamera depan 8 MP disiapkan untuk swafoto dan panggilan video.
Untuk pengisian daya, ponsel ini mendukung fast charging 33 watt. Ada juga reverse charging hingga 18 watt, sehingga perangkat bisa dimanfaatkan untuk mengisi daya perangkat lain dalam kondisi tertentu.
Poco melengkapi perangkat ini dengan sensor sidik jari di sisi bodi, AI face unlock, IP64, WiFi 2.4 GHz, Bluetooth 5.1, NFC, GPS, IR blaster, serta port USB Type-C. Dukungan audio juga disertakan lewat Dolby Atmos dan Hi-Res Audio.
Tersedia dalam dua warna
Poco M8s 5G hadir dalam pilihan warna hitam dan putih dengan modul kamera belakang vertikal. Perangkat ini menjalankan HyperOS berbasis Android 15, sehingga tampil sebagai paket entry-level yang mengandalkan kombinasi baterai besar, layar cepat, dan fitur yang cukup lengkap.
Source: tekno.kompas.com