Pohon Buah Dewasa Sulit Berbuah, Infus Nutrisi Bisa Buka Jalan Panen Lebih Lebat Sepanjang Musim

Pohon buah dewasa yang terus tumbuh tetapi sulit menghasilkan buah kerap membuat pemilik kebun mencari cara yang lebih cepat bekerja. Salah satu pendekatan yang mulai dipakai adalah infus nutrisi, karena asupan hara dimasukkan langsung ke bagian tanaman yang aktif menyalurkan atau menyerap nutrisi.

Cara ini menarik perhatian karena tidak sepenuhnya bergantung pada tanah. Pada beberapa kondisi, jalur yang lebih langsung dapat membantu rangsangan pembentukan bunga, membuka peluang panen lebih lebat, bahkan mendorong pohon berbuah di luar musim biasanya.

Dua jalur utama yang dipakai

Infus nutrisi pada pohon buah umumnya dilakukan lewat batang atau akar. Keduanya sama-sama ditujukan agar nutrisi masuk ke bagian tanaman yang paling efektif menerima hara, sehingga pohon dewasa yang hasilnya masih minim punya peluang mendapat dorongan tambahan.

Teknik ini disebut bisa diterapkan pada mangga, rambutan, jambu, jeruk, dan durian. Pohon-pohon tersebut masuk kelompok yang dinilai dapat memanfaatkan pasokan nutrisi langsung saat produktivitasnya belum sesuai harapan.

Infus batang dengan alat sederhana

Salah satu cara yang dipakai adalah infus batang. Pada metode ini, nutrisi dimasukkan langsung ke pembuluh kayu tanaman, sehingga cairan tidak perlu melewati tanah terlebih dahulu.

Peralatannya cukup sederhana, yakni bor dengan mata 3 mm, tabung infus khusus tanaman, serta cairan pupuk organik cair atau POC yang harus bersih agar tidak memicu kontaminasi. Lubang dibuat pada batang dengan kedalaman sekitar 3 cm, lalu ujung selang infus dimasukkan sekitar 2 cm ke dalam lubang.

Setelah itu, tabung diisi POC tanpa dicampur air. Aliran cairan perlu menetes lancar agar proses berjalan efektif, dan jika tersendat, bagian atas tabung bisa ditusuk jarum supaya tetesan kembali berjalan.

Infus akar memakai botol bekas

Pilihan lain adalah infus akar dengan botol bekas 1,5 liter. Cara ini memanfaatkan akar-akar halus yang daya serapnya lebih stabil.

Bahan yang dipakai meliputi botol bekas air mineral 1,5 liter, pupuk seperti NBS atau Nutrisi Buah Super, asam amino, dan sedikit tanah dari sekitar perakaran. Botol diisi sekitar 1 liter air lebih dulu, lalu nutrisi dimasukkan ke dalamnya.

Tahap berikutnya adalah menggali tanah di sekitar pohon untuk menemukan akar kecil. Akar kecil dipilih karena penyerapannya dinilai lebih stabil dan tidak cepat habis dibandingkan akar besar, kemudian akar dimasukkan ke botol hingga mencapai dasar.

Botol lalu dikubur dengan posisi miring 30 sampai 45 derajat agar air hujan tidak mudah masuk. Pada metode ini, air dalam botol dapat habis dalam waktu 6 bulan hingga 1 tahun, sedangkan botol biasanya perlu diganti setelah 1 sampai 2 tahun karena sudah dipenuhi akar.

Bahan rumah tangga yang ikut difermentasi

Ada pula teknik yang memanfaatkan bahan alami dari rumah. Pendekatan ini dianggap lebih ramah lingkungan karena memakai limbah rumah tangga untuk membuat larutan nutrisi.

Bahan yang bisa digunakan antara lain pupuk telur, minuman isotonik seperti Pocari Sweat, micin, nanas, dan gula. Semua bahan itu difermentasi lebih dulu sebelum larutan dimasukkan ke dalam botol.

Tutup botol kemudian dilubangi kecil agar cairan menetes perlahan setiap hari. Botol ditanam di dekat perakaran, sekitar satu hingga dua jengkal dari batang utama, sehingga penetesan yang lambat membantu penyerapan berlangsung stabil.

Dipadukan dengan pruning

Infus nutrisi juga bisa digabung dengan pruning. Kombinasi ini diarahkan untuk mempercepat pembuahan sekaligus membantu meningkatkan kualitas dan jumlah hasil panen.

Pemangkasan dilakukan pada cabang yang tidak produktif dan daun-daun tua. Setelah itu, infus diberikan agar tunas baru yang muncul memperoleh pasokan gizi yang cukup.

Pruning membantu mengarahkan energi tanaman ke pertumbuhan tunas yang berpotensi membawa bunga. Sementara itu, infus memastikan tunas tersebut berkembang menjadi buah yang sehat dan berkualitas.

Meski memakai cara yang berbeda, prinsip utamanya tetap sama, yaitu memberi pohon buah dewasa dorongan nutrisi yang lebih langsung. Jika dikerjakan dengan hati-hati, metode ini disebut aman untuk pohon yang sulit berproduksi tanpa mengganggu kesehatan tanaman secara berlebihan.

Baca Juga

Back to top button