pelantar.id – Jajaran Polres Karimun melakukan roadshow atau kunjungan ke sejumlah pesantren di daerah itu. Polisi mengimbau masyarakat tak mudah terprovokasi dan menjaga Karimun tetap kondusif.

Selain ke pesantren, polisi juga menemui beberapa tokoh agama dan masyarakat Karimun, sebagai upaya antisipasi agar berbagai peristiwa di daerah lain di Indonesia yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tidak merembet ke Karimun. Terutama, munculnya kasus pembakaran bendera di Garut, Jawa Barat yang diduga milik Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), organisasi yang sudah dinyatakan terlarang di negeri ini.

Aksi pembakaran bendera itu menjadi perbincangan hangat di Indonesia sejak beberapa hari terakhir. Sebagian umat Islam mengganggap hal tersebut sebagai bentuk penistaan agama. Bahkan, muncul ajakan aksi nasional untuk mengecam pembakaran bendera tersebut.

Hal itulah yang ingin diantisipasi jajaran kepolisian di Karimun. Polsek Tebing, Karimun misalnya, menggelar kegiatan besembang (dalam bahasa Melayu diartikan bincang-bincang) Kamtibmas bersama, dengan menghadirkan Lurah dan tokoh masyarakat di Kelurahan Pamak Kecamatan Tebing. Yang digelar di salah satu restoran di wilayah tersebut, Rabu (24/10), mulai pukul 08.00 WIB.

Baca Juga :   Presiden Jokowi Mangkir Dari Persidangan Perdana Gugatan Internet Shutdown

 

Jajaran Polsek Tebing berdiskusi dengan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat di daerah itu sebagai upaya menjaga Karimun tetap kondusif, Kamis (25/10).
Foto : PELANTAR/Abdul Gani

Di hari yang sama, juga digelar agenda penggalangan dan sambang personil Polsek Tebing terhadap tokoh agama dan tokoh masyarakat, terkait peristiwa pembakaran bendera milik diduga sebagai bendera HTI.

Kapolsek Tebing, AKP Budi Hartono mengatakan, kegiatan tersebut digelar dalam rangka untuk mengantisapasi perkembangan situasi atas kejadian pembakaran bendera HTI di Garut-Jawa Barat.

“Setelah pertemuan dengan beberapa pihak di warung makan, kami melanjutkan pertemuan di Pondok Pesantren Ar-Raudah Kelurahan Teluk Uma Kecamatan Tebing. Kemudian lanjut ke Pondok Pesantren Al-Ummah Kelurahan Harjosari Kecamatan Tebing,” ucap Budi, Kamis (25/10).

Baca Juga :   Bagaimana Cara Menghemat Baterai Smartphone?

Dalam beberapa agenda pertemuan antisipasi tersebut, Budi mengimbau masyarakat dan seluruh pihak tidak gampang terprovokasi, terkait adanya kecaman dan tantangan oleh beberapa oknum ataupun masyarakat Karimun, yang berdampak pada konflik SARA.

“Kami mengajak maysarakat untuk sama-sama menjaga dan menciptakan situasi di Karimun yang sudah aman dan terkendali ini. Kemudian agar selalu berkoordinasi dengan kepolisian jika mendapatkan informasi sekecil apapun maupun kegiatan apapun yang berpotensi mengganggu Kamtibmas,” kata dia.

Jajaran Polsek Tebing bertemu pengurus pesantren di daerah itu, Kamis (25/10).
Foto : PELANTAR/Abdul Gani

Budi mengajak seluruh elemen masyarakat di Karimun tidak mudah percaya dan terprovokasi dengan pemberiataan yang beredar. Dan tak kalah pentingnya adalah tidak melakukan mobilisasi massa atau menjadi propokator menggerakkan massa.

Tidak hanya menggelar pertemuan dengan beberapa pihak dan Pondok Pesantren, jajaran Polsek Tebing juga menyambangi kediaman para tokoh masyarakat dan tokoh agama di wilayah Kecamatan Tebing.

“Berita soal pembakaran bendera kalimat tauhid yang diduga sebagai bendera HTI ini lagi hot-hotnya. Jadi kami berupaya untuk melakukan pencegahan dan antisipasi gejolak di tengah masyarakat,” pungkasnya.

 

 

Reporter : Abdul Gani
Editor : Yuri B Trisna