pelantar.id – Jajaran Polsek Tebing, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau menggelar salat gaib untuk para korban bencana gempa bumi dan tsunami di Donggala-Palu, Sulawesi Tengah, di Musala Assalam Polsek Tebing, Senin (1/10) sore. Usai salat gaib yang diikuti 12 personel itu, dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Ustad Nazrudin.

Kapolsek Tebing, AKP Budi Hartono mengatakan, salat gaib dan doa bersama digelar untuk mendoakan para korban dan masyarakat Sulawesi Tengah yang sedang tertimpa musibah.

“Kami selalu rutin menggelar salat gaib dan doa bersama untuk musibah-musibah yang menimpa saudara-saudara kita di seluruh Indonesia, kali ini untuk masyarakat di Sulawesi Tengah,” katanya, Selasa (2/10).

Jajaran Polsek tebing, Karimun menggelar salat gaib di Musala Assalam Polsek Tebing, Senin (1/10) sore.
Foto: PELANTAR/Abdul Gani

 

Baca Juga :   Pasca Gempa Palu, Warga Jarah Toko untuk Dapatkan Makanan

Budi mengatakan, setelah melaksanakan salat gaib, pihaknya akan melanjutkan aksi peduli Palu dengan penggalangan dana di lima titik. Pengumpulan dana dari masyarakat akan digelar di trafic light simpang RSUD Muhammad Sani, simpang SMA N 2 Karimun, simpang Gereja HKBP, simpang Sungai Lakam dan simpang Ozon.

“Kita juga melibatkan beberapa elemen masyarakat lai di Karimun seperti Patron, Paguyuban Banjar dan LAM Kecamatan Tebing. Mudah-mudahan kegiatan ini dilancarkan dan masyarakat tergerak hatinya untuk ikut membantu saudara-saudara kita yang sedang kesusahan di Sulawesi Tengah,” katanya.

Baca Juga : Kepri Peduli, Ramai-Ramai Galang Dana Bantuan

Aksi penggalangan dana juga muncul di berbagai daerah di Kepulauan Riau. Pemerintah Provinsi Kepri, dan pemerintah kabupaten/kota serta Badan Pengusahaan Batam dan Kamar Dagang Industri (Kadin) Kepri juga telah melakukan aksi pengumpulan dana bantuan untuk para korban gempa dan tsunami di Donggala-Palu.

Baca Juga :   Jaringan Telkomsel di Wilayah Gempa Pulih 90 Persen

Seperti diketahui, wilayah Palu dan sekitarnya diguncang gempa bumi berkekuatan 7,7 skala richter yang disusul dengan tsunami pada Jumat (27/9) sore. Hingga kemarin, Badan Nasional Penanggulangan Bencana merilis korban meninggal mencapai 1.000 orang lebih. Bantuan dari berbagai belahan daerah di Indonesia terus mengalir, termasuk bantuan dari negara-negara sahabat.

 

Reporter : Abdul Gani
Editor : Yuri B Trisna