Perjalanan hampir 600 kilometer dengan Polytron Fox 350 justru menunjukkan dua hal yang berjalan berdampingan: motor ini terasa enak dipakai jauh, tetapi urusan isi daya tetap jadi bagian yang paling menentukan. Dari Jakarta menuju Merak, lalu menyeberang ke Lampung, lanjut ke Way Kambas, Bandar Lampung, dan kembali lagi ke Jakarta, motor listrik ini dipakai dalam skenario yang sangat dekat dengan kondisi nyata di jalan.
Yang menarik, pengisian daya di beberapa titik malah memberi kesan positif. Saat pertama kali diisi di showroom Polytron Serang, baterai dari 27 persen bisa penuh dalam waktu sekitar satu jam lebih sedikit, dan pengalaman ini cukup mengejutkan Harald Arkan yang melakukan touring tersebut.
Selama perjalanan, rombongan juga memanfaatkan fast charging portable milik Polytron. Perangkat itu punya tiga mode pengisian, yaitu slow charging 7 ampere, normal 13,5 ampere, dan fast charging 25 ampere, sehingga pengisian dari kondisi belasan persen ke penuh disebut bisa selesai sekitar satu jam.
Di tengah ritme touring, waktu charging seperti itu jadi faktor penting karena menentukan kapan rombongan bisa lanjut jalan. Biayanya juga relatif ringan, karena pengisian dari 86 persen ke 100 persen di SPKLU Cilegon hanya sekitar Rp2.500, sementara pengisian dari hampir habis hingga penuh di Kalianda hanya memerlukan belasan ribu rupiah.
Nyaman untuk perjalanan panjang
Di balik perhatian besar pada charging, karakter berkendara Polytron Fox 350 justru jadi nilai yang paling terasa saat dipakai antarkota. Harald menyebut suasana berkendara motor listrik ini lebih santai karena hampir tanpa suara mesin dan knalpot.
Ergonominya juga ikut membantu. Untuk tinggi badan Harald yang sekitar 170 sentimeter, posisi berkendaranya terasa pas dan tidak melelahkan selama menempuh jarak jauh.
Polytron Fox 350 membawa baterai 3,75 kWh dengan tenaga maksimal 6,9 kW. Kecepatan puncaknya 95 km/jam, sedangkan klaim jarak tempuhnya mencapai 130 kilometer dalam sekali pengisian.
Fitur yang terasa saat dipakai touring
Saat perjalanan jauh, beberapa fitur bawaan ikut memberi pengaruh langsung pada kenyamanan. Cruise control membantu saat motor melaju stabil di jalan lurus karena pengendara tidak perlu terus menahan putaran gas.
Fitur lain seperti smart key system, hill start assist, regenerative braking, dan deck kaki yang lebih luas juga ikut mendukung perjalanan. Kombinasi ini membuat motor tidak hanya menonjol dari sisi efisiensi, tetapi juga terasa praktis untuk perjalanan panjang.
Dalam penggunaan touring, Harald dan rombongan lebih sering memakai mode D demi menjaga daya baterai. Di mode ini, kecepatan maksimal dibatasi sampai 61 km/jam agar konsumsi baterai lebih hemat untuk perjalanan antarkota.
Dengan pola seperti itu, baterai disebut mampu menempuh sekitar 90 kilometer saat sisa daya berada di kisaran 20 persen. Kalau dipakai santai di sekitar 60 km/jam, jarak tempuhnya bisa berada di rentang 110 sampai 120 kilometer.
Tanjakan dan rute panjang ikut diuji
Perjalanan ini tidak hanya soal jalan datar dan antarkota. Di tanjakan Bukit Cindi, Bandar Lampung, Polytron Fox 350 juga dicoba dalam mode sport dan mampu melewati tanjakan curam dengan mudah.
Harald sempat menguji hill start assist untuk skenario berhenti dan jalan lagi di tanjakan. Fitur itu bekerja baik, meski tetap ada catatan bahwa penggunaannya punya batas waktu dan tidak disarankan dipakai terus-menerus di tanjakan ekstrem.
Rombongan memulai perjalanan dari kawasan Slipi, Jakarta Barat, lalu menuju Merak lewat Serang dan Cilegon. Setelah menyeberang ke Pulau Sumatera, mereka melanjutkan perjalanan ke Way Kambas dan Bandar Lampung sebelum akhirnya kembali ke Jakarta dengan selamat.
Infrastruktur masih jadi pekerjaan rumah
Meski motor ini memberi pengalaman berkendara yang meyakinkan, touring hampir 600 kilometer itu tetap menegaskan satu masalah utama motor listrik untuk perjalanan jauh. Persoalannya bukan semata pada motor, melainkan pada ketersediaan infrastruktur charging yang belum merata.
Harald menilai pengguna motor listrik tetap perlu merencanakan titik pengisian sebelum berangkat. Perencanaan ini penting supaya perjalanan tetap aman dan tidak berisiko kehabisan baterai di tengah rute.
Touring ini dilakukan Harald bersama tiga rekannya, termasuk pegiat motor listrik Om Tommy dan tim Kumparan. Dari jalan raya, titik pengisian, sampai tanjakan, Polytron Fox 350 memperlihatkan modal yang kuat untuk dipakai harian maupun diajak menempuh perjalanan jauh.