Pasar perangkat di Indonesia sedang ramai dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, laptop alternatif dengan spesifikasi seimbang makin dicari karena kebutuhan kerja harian dan multitasking terus naik, sementara di sisi lain Samsung kembali memancing perhatian lewat paten HP layar gulung yang terlihat lebih praktis dan futuristik.
Minat konsumen terhadap laptop tidak lagi hanya soal merek besar. Banyak pengguna kini lebih fokus pada kombinasi prosesor kencang dan RAM hingga 16 GB, terutama untuk kerja harian, aktivitas kreatif ringan, dan penggunaan yang tetap stabil tanpa harus langsung masuk ke ekosistem MacBook Neo.
Kehadiran MacBook Neo di Indonesia pada Mei 2026 ikut membuat peta persaingan makin menarik. Perangkat ini langsung dibandingkan dengan laptop lain di kelas harga terjangkau yang menawarkan performa serupa, sehingga pembeli punya lebih banyak bahan untuk menimbang antara harga dan kemampuan.
Faktor harga tetap menjadi penentu penting di pasar Indonesia. Banyak konsumen terlihat aktif mencari opsi yang bisa memberi performa cukup tinggi, tetapi tetap berada dalam batas anggaran yang masuk akal.
Samsung dan dorongan desain yang makin berani
Di saat pasar laptop sibuk dengan perbandingan spesifikasi, Samsung membawa arah pembicaraan ke bentuk perangkat yang lebih ekstrem. Bocoran paten terbaru memperlihatkan dua konsep HP layar gulung yang dinilai membuka kemungkinan desain baru untuk ponsel premium.
Konsep itu disebut lebih praktis dan futuristik. Karena itu, perhatian publik langsung tertuju pada bagaimana Samsung mencoba mendorong perubahan desain, bukan hanya meningkatkan spesifikasi.
Samsung sendiri bukan pemain baru dalam eksperimen bentuk perangkat. Sebelumnya, perusahaan ini sudah dikenal lewat Galaxy Z Fold dan Galaxy Z Flip yang lebih dulu mengubah cara pasar memandang ponsel lipat.
Kemunculan konsep layar gulung ini dianggap sebagai langkah lanjutan dari arah pengembangan tersebut. Jika terus dikembangkan, Samsung berpotensi menambah pilihan bentuk perangkat premium di luar model lipat yang selama ini sudah lebih akrab di pasar.
Spesifikasi besar tetap dicari
Di luar dua kabar utama itu, permintaan terhadap HP dengan RAM 12 GB dan memori 256 GB juga ikut ramai disorot. Dorongan ini datang dari kebutuhan game mobile dan multitasking yang kini menuntut performa lebih stabil.
Polanya cukup jelas, yaitu konsumen tetap mengejar perangkat dengan spesifikasi tinggi, tetapi masih berharap harganya tidak terlalu jauh dari jangkauan. Hal ini menunjukkan bahwa daya tarik ponsel tidak hanya bertumpu pada desain, melainkan juga pada keseimbangan antara performa dan nilai beli.
Tekanan serupa juga terasa di pasar laptop. Acer disebut mengakui bahwa harga laptop di pasar saat ini sudah naik lebih dari 10 persen dibandingkan tahun lalu, dan pelemahan rupiah terhadap dolar AS ikut memengaruhi kondisi itu.
Persaingan belum berhenti di kelas terjangkau
Persaingan laptop di Indonesia juga bergerak di kelas performa tinggi. Asus ROG disebut menyiapkan jajaran laptop gaming AI terbaru untuk Indonesia pada kuartal kedua 2026.
Deretan yang disiapkan mencakup ROG Zephyrus Duo GX651, Zephyrus G14 dan G16, ROG Strix SCAR 18, serta seri TUF Gaming dan ASUS Gaming V16. Kehadiran banyak model dalam satu waktu memperlihatkan bahwa pasar bergerak serentak di segmen umum dan segmen gaming.
Dengan situasi seperti ini, konsumen di Indonesia kini berhadapan dengan pilihan yang makin beragam. Ada laptop alternatif yang mengejar keseimbangan harga dan spesifikasi, ada perangkat dengan RAM besar yang cocok untuk kebutuhan berat, dan ada pula eksperimen desain ponsel yang berpotensi mengubah arah industri premium.
Source: www.suara.com