Portal Re-Evaluasi CBSE Memicu Curiga, Warganet Menilai Tampilannya Terlalu Mirip Buatan AI

Dugaan bahwa portal baru CBSE dibuat dengan bantuan AI langsung mencuat begitu situs re-evaluasi lembar jawaban itu tayang. Perhatian publik tidak cuma berhenti pada tampilan, tetapi juga merembet ke soal keamanan karena platform lama CBSE sebelumnya sudah sempat disorot.

Di media sosial, sejumlah pengguna menilai ada ciri visual yang terasa “aneh” dan mirip pola situs hasil buatan alat AI. Obrolan ini cepat meluas karena portal baru hadir di tengah upaya CBSE memperbarui sistem setelah masalah keamanan lebih dulu muncul pada layanan lamanya.

Sorotan datang dari detail kecil di tampilan

Kecurigaan awal banyak beredar di X dan Reddit. Beberapa pengguna menunjuk elemen visual tertentu yang menurut mereka terasa seperti hasil desain yang dibantu AI, bukan situs yang dibangun dengan pendekatan konvensional.

Salah satu hal yang paling banyak dibahas adalah penggunaan emoji di beberapa bagian portal. Ada pengguna X yang menilai unsur seperti itu kerap muncul pada teks atau tampilan yang dihasilkan AI.

Di Reddit, perhatian bergeser ke skema warna dan latar belakang situs. Seorang pengguna menilai nuansa warna yang dipakai mirip gradien latar yang sering terlihat pada situs hasil “vibe coding”.

Portal baru dinilai masih terlalu mirip dengan yang lama

Selain elemen visual, portal baru CBSE juga disebut masih membawa kesan yang dekat dengan portal sebelumnya. Kesan itu membuat dugaan tentang proses pembuatannya ikut menguat di mata sebagian pengguna.

Masalahnya, portal lama memang sebelumnya sudah sempat memunculkan dugaan serupa terkait kemungkinan penggunaan AI. Karena itu, saat versi baru muncul, sebagian orang langsung melihatnya sebagai pengulangan dari pola yang sama.

Ada juga pengguna X yang mencoba mengecek halaman tersebut memakai alat yang disebut sebagai “vibe code detector”. Hasilnya menunjukkan skor 58 persen dan memberi label “high probability” bahwa situs itu dibuat dengan pendekatan vibe coding.

Apa yang dimaksud dengan vibe coding

Istilah vibe coding merujuk pada cara membuat kode situs dengan bantuan alat AI seperti Claude Code atau Codex. Dengan cara ini, seseorang bisa membangun halaman web dari nol hanya lewat beberapa prompt tanpa perlu memahami teknis secara mendalam.

Namun, hasil deteksi semacam itu belum bisa dianggap sebagai bukti pasti. Penilaian berbasis alat deteksi AI masih diperdebatkan, sehingga kesimpulan tentang bagaimana situs itu dibuat tetap belum jelas.

Seorang pengguna Reddit bahkan mengingatkan bahwa metrik seperti itu tidak valid jika dijadikan satu-satunya acuan. Menurutnya, banyak hal lain juga bisa ikut terdeteksi, sehingga pemeriksaan langsung pada sumber halaman dianggap lebih masuk akal untuk menilai ada tidaknya pola kode yang terasa seperti buatan AI.

Latar keamanan ikut memperkuat perhatian publik

Sorotan terhadap portal baru ini menjadi lebih tajam karena CBSE sedang berupaya membenahi sistemnya. Lembaga itu mengklaim telah menutup celah keamanan siber yang sebelumnya diungkap oleh peneliti remaja pada portal lama dan sistem On-screen Marking atau OSM.

Riwayat itu membuat publik lebih sensitif terhadap setiap detail pada portal baru. Begitu desain situs dianggap janggal, perdebatan tentang keamanan dan kemungkinan penggunaan AI langsung ikut mengiringi.

Sampai sekarang, CBSE belum memberikan penjelasan apakah mereka memakai AI untuk membangun portal re-evaluasi baru itu. Lembaga tersebut juga belum mengonfirmasi dugaan serupa yang sebelumnya diarahkan ke portal lama.

Tren AI coding ikut membuat isu ini cepat membesar

Perdebatan soal portal CBSE juga muncul di saat penggunaan AI untuk menulis kode makin populer. Sejumlah perusahaan besar seperti Amazon dan Meta sebelumnya dilaporkan mendorong pemanfaatan AI yang lebih luas dalam pengembangan perangkat lunak.

Anthropic juga disebut mengklaim bahwa AI kini menulis sebagian besar kode di perusahaannya. Situasi ini membuat penggunaan alat AI untuk membangun situs atau aplikasi bukan lagi hal yang asing, meski tetap memunculkan pertanyaan soal kualitas, keamanan, dan pengawasan manusia.

Dalam kasus CBSE, belum ada konfirmasi independen yang memastikan apakah portal baru itu memang dibuat dengan Claude Code, Codex, atau alat AI lain. Untuk saat ini, dugaan yang beredar masih bertumpu pada kemiripan tampilan, pengamatan pengguna, dan hasil alat deteksi yang belum konklusif.

Perhatian terhadap portal ini tampaknya belum akan cepat mereda. Seperti portal lama, situs baru CBSE masih berpotensi terus diperiksa oleh pemerhati teknologi, peneliti muda, maupun peretas profesional untuk mencari celah keamanan sekaligus menelusuri apakah ada jejak kuat penggunaan AI di balik pembuatannya.

Source: www.indiatoday.in
Exit mobile version