Pelantar.id – Provinsi Kepri mengalami inflasi 1,56 persen pada Maret 2021.

Wakil Ketua Tim Pengendali inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kepri, Musni Hardi K Atmaja, mengatakan, pada Maret 2021, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kepulauan Riau (Kepri) secara bulanan mengalami deflasi -0,07% mont to mont (mtm), meningkat dibandingkan Februari 2021 yang mengalami deflasi sebesar -0,60% (mtm).

“Komoditas utama penyumbang deflasi pada Maret 2021 yakni cabai merah, cabai rawit, dan telur ayam ras,” ujarnya melalui pernyataan tertulisnya, Selasa (6/2/2021).

Ia menjelaskan, di sisi lain, IHK Nasional tercatat mengalami inflasi 0,08% (mtm), lebih rendah dibandingkan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,10% (mtm).

Dengan perkembangan tersebut, secara tahunan pada Maret 2021 Provinsi Kepri mengalami inflasi sebesar 1,56% (yoy).

Baca Juga :   Wali Kota Batam Ajak Masyarakat Melawan Covid-19

Angka itu meningkat dibandingkan Februari 2021 sebesar 1,23% (yoy).

“Namun, inflasi Kepri secara tahunan masih di bawah sasaran inflasi Nasional sebesar 3 ± 1% (yoy),” katanya.

Menurutnya, deflasi di Kepri pada Maret 2021 bersumber dari penurunan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.

“Deflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau utamanya didorong oleh penurunan harga cabai merah, cabai rawit, dan telur ayam ras seiring lancarnya pasokan dan panen pada sentra produsen yang didukung kondusifnya kondisi cuaca,” jelasnya.