pelantar.id – Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau Tengku Said Arif Fadillah menyatakan, rencana pembangunan proyek jalan lingkar Kota Tanjungpinang atau Gurindam 12 hingga kini masih belum dapat dilanjutkan karena terkendala dokumen Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) yang belum selesai.

“Proyek Gurindam 12 baru dapat dilaksanakan setelah ada dokumen AMDAL,” kata Arif Fadillah di Tanjungpinang, Selasa (8/5).

Menurut Arif, proyek itu membutuhkan kajian khusus dari tim ahli agar pelaksanaannya tidak menimbulkan dampak negatif terhadap masyarakat dan lingkungan. Ia mengakui pelaksanaan kajian tersebut mengalami keterlambatan, karena perubahan pada “Detail Enginering Design” yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan.

“Dari laporan dinas, semua masih proses. Setelah selesai dokumen AMDAL baru dilakukan lelang proyek tersebut,” katanya.

Baca Juga :   Seorang Warga Jepang Positif Corona, Dicurigai Sepulang dari Liburan di Indonesia?

Arif mengatakan jalan lingkar Gurindam 12 akan menjadi ikon ibu kota Kepri. Karena itu, kata dia, pembangunannya mendapat perhatian khusus Gubernur Nurdin Basirun. Dalam rapat Organisasi Pemerintahan Daerah (OPD), gubernur memerintahan seluruh dinas terkait bersinergi untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi selama pelaksanaan proyek tersebut.

“Harus bersama-sama menyelesaikan permasalahan yang terjadi sehingga proyek itu dapat dilaksanakan maksimal,” tegasnya.

Arif mengatakan jalan lingkar Gurindam 12 ini dilaksanakan dengan sistem tahun jamak. Tahun ini dianggarkan sekitar Rp100 miliar, kemudian dilanjutkan tahun depan. Arif yakin, Jalan Lingkar Gurindam 12 dapat memberi efek positif terhadap perekonomian dan pariwisata di Kepri.

“Tanjungpinang akan semakin indah dan menarik,” katanya.

Baca Juga :   Kepri Janjikan Kemudahan Birokrasi Investasi

Terkait perubahan desain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pertanahan dan Penataan Ruang (PUPR) Kepri, Abu Bakar menjelaskan perubahan yang dilakukan pada jalur jalan laut yang sebelumnya melalui laut persis di depan Lantamal IV menjadi melewati darat.

“Nantinya perubahan itu akan menggunakan jalan yang sudah ada, dimulai Teluk Keriting hingga ujung timur Lantamal IV dan akan berbelok di dekat Masjid Lantamal,” jelas Abu.

Antara