pelantar.id – Hasil hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga survei, pasangan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum berada di posisi puncak, mengungguli pasangan calon lain.

Quick count versi lembaga survei Indikator, dengan data masuk 100 persen pada pukul 20.21 WIB, menunjukkan hasil 34,33 persen untuk pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum. Sedangkan pasangan Tb Hasanuddin-Anton Charliyan meraih 11,47 persen, pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu memperoleh 29,28 persen dan pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi mendapat 24,92 persen.

Hasil hitung cepat lembaga Charta Politika, berdasar data 99 persen suara yang masuk pada pukul 19.30 WIB juga menggambarkan kemenangan pasangan Ridwan Kamil- Uu dengan raihan 33,35 persen suara.

Di posisi kedua ada pasangan Sudrajat-Syaikhu dengan 30,07 persen, disusul pasangan Dedy Mizwar-Dedi Mulyadi dengan 25,02 persen dan terakhir pasangan Tb Hasanuddin-Anton dengan 11,38 persen suara.

Baca Juga :   Kafilah Batam Borong Juara di MTQ VIII Kepri

Menanggapi hal itu, Ridwan Kamil dalam pidatonya di Hotel Papandayan, Bandung, melakukan sujud syukur bersama para pendukungnya yang ikut menyaksikan proses penghitungan cepat di sejumlah stasiun televisi swasta. Ia didampingi istrinya, Atalia Praratya.

“Ini kemenangan seluruh masyarakat Jabar,” kata Ridwan Kamil.

Sementara Sudrajat masih menolak menyerah pada hasil hitung cepat atau quick count dari lembaga survei. Ia menyatakan, hasil hitung cepat lembaga survei bukan hasil final.

“Saya Sudrajat bersama Ustadz Syaikhu, kami menyakini penghitungan ini belum final,” katanya dalam konfrensi pers di Hotel Grand Preanger, Bandung.

Ia meminta semua pihak bersabar menunggu hasil hitungan resmi dari KPU Jabar. Ia pun mengajak seluruh kader partai pendukung seperti Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Amanat Nasional menunggu hasil hitung manual oleh KPU.

Baca Juga :   Kotak Kosong Menang, Pilkada Diulang Usai Pilpres

“Saya harapkan kita bersabar menunggu hasil resmi penghitungan manual KPUD, di antara kita harus berkhidmat, karena masih banyak surat suara yang belum dihitung,” kata dia.

Adapun Dedi Mulyadi menyatakan sudah memiliki sejumlah rencana setelah kalah di Pilgub Jabar. Politisi partai Golkar itu mengatakan bakal bertarung untuk maju ke Senayan.

“Saya akan terus semangat memberikan yang terbaik untuk masyarakat Jabar melalui karir yang lain. Bukan lagi sebagai wakil gubernur Jawa Barat,” ujar Dedi di kediamannya.

Dedi menegaskan akan menerima kekalahannya di Pilgub Jabar. Menurut dia, hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei telah mencerminkan hasil akhir perhitungan suara di KPU. Meski KPU belum memutuskan siapa pemenang Pilgub Jabar, menurut Dedi, proses mencari pemimpin di jabar sudah selesai.

Editor : Yuri B Trisna