Pelantar.id- Indonesia berperan besar dalam aksi serentak bersih-bersih lingkungan yang dikenal dengan World Clean up Day (WCD). Kampanye ini telah melibatkan lebih dari 100 negara dalam aksi sadar lingkungan yang dilaksanakan setiap tanggal 21 September.

Indonesia butuh gerakan ini karena belum terbebas dari sampah. Syukurnya WCD berhasil menggerakan banyak relawan di Indonesia hingga kedaerah-daerah tak terkecuali di Batam.

Pada kampanye 21 September, WCD Batam juga tak mau ketinggalan untuk beraksi bersih-bersih bersama relawan dengan membagai enam titik aksi yakni titik aksi 1: Area Welcome To Batam, Kecamatan Batamkota. Di titik aksi 2: Pesisir Pantai Sembulang, Kecamatan Galang.

Di titik aksi 3: Wilayah Pulau Buntal, Kecamatan Nongsa. Di titik aksi 4: Area Pemukiman Tanjung Piayu, Kecamatan Sungai Beduk. Di titik aksi 5: Lapangan Sepak Bola Genta 1, Kecamatan Batu Aji. Di titik aksi 6: Lapangan Umum SP Plaza, Kecamatan Sagulung.

Baca Juga :   Presiden Jokowi Mangkir Dari Persidangan Perdana Gugatan Internet Shutdown

Di antara lokasi target yang dibersihkan tersebut, relawan WCD Batam juga memilih pemberisihan di area pulau, seperti wilayah Pulau Buntal. Di sini, relawan bergerak memungut dan membersihkan sampah.

Dalam aksi ini, WCD Batam juga melibatkan Batam Green Initiative (BaGI). Ketua BaGI sekaligus PIC Pulau Buntal, Icank Koto mengatakan kurang lebih 2 ton sampah plastik dan limbah tekstil ditemukan di area tersebut.

“Paling banyak ditemukan kemasan botol mineral ternama, kemasan minyak goreng, sampho, pipet, sterofoam, yang mencemari laut,” jelas saat bersih-bersih di Pulau Buntal, Sabtu, 21 September 2019.

Menurut Icank, masalah sampah tidak selesai hanya dengan memindahkan sampah. Tentu dibutuhkan upaya kongrit dalam mengatasi permasalahan ini.

Baca Juga :   Balita Penderita Tumor Ganas Asal Moro Dikirim ke Pekanbaru

“Gerakan WCD adalah gerakan awal dimana kita membersihkan sebuah wilayah yang banyak terdapat sampah ilegalnya,” kata dia.

Icank juga menambahkan, pihaknya akan mengaudit merek untuk meminta produsen kemasan plastik sekali pakai untuk bertanggungjawab atas produknya.

“Berdasarkan pasal 15 UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah sudah seharusnya produsen bertanggungjawab atas pengelolaan produk dan kemasan yang diproduksinya,” ujarnya.

Sebagai tambahan, Zulkarnain Purba, Leader Team World Cleanup Day Kota Batam 2019 mengatakan dalam rilisnya bahwa gerakan ini disejalankan dengan hari perdamaian internasional, maka aksi bersih bersih tahun ini mengambil tema “Cleanup for Peaceful Indonesia”.

“Semoga menjadi momentum persatuan seluruh masyarakat Indonesia untuk bergotong royong dengan damai,” harap pria yang akrab disapa Lenzo ini.

Baca Juga :   Lahan Kampung Tua di Batam Bakal Jadi Hak Milik

Gerakan WCD ini sangat dibutuhkan, mengingat Indonesia belum terbebas dari sampah. Di Indonesia, WCD sudah mengilhami sejak 4 tahun lalu meskipun kampanye bersama masyarakat dunia ini sudah digerakkan sejak 10 tahun lalu di Estonia.

Kampanye ini dilaksanakan setiap 21 September dan lebih dari 100 negara terlibat dalam aksi yang dinaungi oleh gerakan internasional, Let’s Do it World. (*)

Foto: icank