Warga pesisir utara Jawa Tengah perlu bersiap karena BMKG masih memantau potensi rob yang dapat mengganggu aktivitas di Pantura. Di saat yang sama, wilayah pegunungan dan dataran tinggi juga masuk radar cuaca ekstrem dengan ancaman hujan lebat, angin kencang, dan petir.
Kondisi ini membuat gangguan tidak hanya mungkin terjadi di darat, tetapi juga di laut. Aktivitas pelayaran, bongkar muat pelabuhan, budidaya perikanan darat, hingga usaha petani garam ikut berhadapan dengan cuaca yang berubah cepat.
Lima daerah pegunungan jadi perhatian
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Rany Puspita, menyebut cuaca ekstrem berpotensi muncul di wilayah pegunungan dan dataran tinggi Jawa Tengah bagian tengah. Lima daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan ialah Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, dan Temanggung.
Di wilayah-wilayah itu, ancaman utamanya berupa hujan lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir. BMKG juga memprakirakan hujan ringan hingga sedang terjadi di sejumlah wilayah lain di Jawa Tengah pada siang hingga awal malam.
Rany mengingatkan warga yang tinggal di lereng bukit dan daerah aliran sungai agar lebih waspada terhadap bencana hidrometeorologi. Hujan berintensitas tinggi dapat memicu gangguan lingkungan yang lebih luas, terutama di kawasan rawan longsor dan aliran air permukaan.
Pesisir utara masih dibayangi gelombang dan pasang air laut
Dari sisi kelautan, BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang menyebut gelombang tinggi masih berpeluang terjadi di perairan utara dan selatan Jawa Tengah. Tinggi gelombang diperkirakan berada pada kisaran 1,25 hingga 2,5 meter.
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Lessy Andari, menilai kondisi itu berisiko bagi aktivitas pelayaran. Risiko tersebut meningkat terutama saat kecepatan angin melebihi 15 knot.
Selain gelombang tinggi, air laut pasang juga diperkirakan muncul di perairan utara Jawa Tengah. Ketinggian maksimum diperkirakan mencapai 1 meter pada pukul 12.00-17.00 WIB.
Dampaknya terasa sampai ke aktivitas warga
Pasang air laut itu berpotensi memicu banjir rob di sejumlah wilayah pesisir utara Jawa Tengah. Daerah yang masuk pantauan antara lain Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, dan Pati.
Lessy menyebut rob dapat mengganggu aktivitas warga di kawasan Pantura. Dampaknya juga bisa merembet ke transportasi, pelabuhan, budidaya perikanan darat, dan usaha petani garam.
BMKG mencatat angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 5-25 kilometer per jam. Suhu udara berada di kisaran 18-34 derajat Celsius, sedangkan kelembaban udara mencapai 50-95%.
Dengan kombinasi hujan lebat di wilayah pegunungan, gelombang tinggi di perairan, dan rob di pesisir, BMKG meminta masyarakat serta pelaku pelayaran meningkatkan kewaspadaan. Wilayah pesisir dan daerah lereng sama-sama perlu bersiaga karena ancaman datang dari darat dan laut sekaligus.
Source: mediaindonesia.com