Pemerintah memastikan harga BBM subsidi belum akan berubah sampai akhir tahun, meski rupiah masih berada di bawah tekanan. Kepastian ini menjadi penenang di tengah kekhawatiran masyarakat bahwa pelemahan kurs dolar terhadap rupiah akan segera merembet ke biaya energi harian.
Wakil Menteri ESDM Yuliot menegaskan Pertalite dan Biosolar tetap dijaga aman. Ia menyampaikan bahwa kenaikan harga BBM subsidi sudah dipastikan tidak terjadi hingga akhir tahun saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, sebagaimana dikutip dari Antara.
Di saat yang sama, pemerintah juga menyebut stok BBM nasional masih dalam kondisi aman. Yuliot mengatakan cadangan operasional nasional berada di atas batas minimal 23 hari, sehingga pasokan belum menunjukkan tanda-tanda gangguan.
Pertalite disebut berada jauh di atas cadangan minimal. Kondisi serupa juga berlaku untuk solar CN48 yang masih dinilai berada di atas batas aman pasokan, sementara ketersediaan BBM nonsubsidi juga dinyatakan cukup secara nasional.
Sorotan terhadap harga BBM muncul setelah rupiah sempat melemah hingga menembus Rp17.877 per USD. Pelemahan ini membuat publik waspada karena biaya impor energi biasanya ikut tertekan ketika dolar menguat.
Meski tekanan kurs masih terasa, pemerintah belum melihat alasan untuk menyesuaikan harga BBM subsidi di dalam negeri. Subsidi energi tetap dijaga agar dampak pelemahan rupiah tidak langsung dibebankan kepada konsumen.
Kekhawatiran soal energi memang tidak lepas dari fakta bahwa Indonesia masih mengimpor sebagian kebutuhan energinya. Ketika nilai tukar bergerak melemah, beban pada anggaran energi nasional berpotensi ikut naik.
Untuk meredam risiko itu, pemerintah mulai mendorong peningkatan produksi minyak dalam negeri. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan pasokan energi dan mengurangi ketergantungan pada impor.
Pemerintah juga menyiapkan kilang di dalam negeri sebagai bagian dari strategi tersebut. Dengan produksi domestik yang lebih kuat, tekanan dari fluktuasi dolar diharapkan tidak cepat mendorong kenaikan biaya energi, termasuk BBM subsidi.
Source: www.medcom.id