Saat Pasar Bergejolak, 5 Instrumen Ini Masih Bisa Hasilkan Pendapatan Rutin

Saat pasar bergerak naik turun, banyak orang justru memilih instrumen yang tenang, likuid, dan tetap memberi arus kas rutin. Dari deposito bank digital sampai SBN ritel, ada lima pilihan yang masih sering dilirik karena relatif aman dan tidak menuntut pengelolaan aktif setiap hari.

Daya tarik utamanya sederhana: hasilnya bisa mengalir tanpa harus mengejar aset berisiko tinggi. Bagi investor yang ingin passive income, kombinasi keamanan dan kepastian imbal hasil sering jadi alasan utama untuk melihat instrumen-instrumen ini lebih dekat.

SBN ritel tetap kuat karena dijamin negara

Di antara pilihan yang ada, SBN ritel seperti ORI, SR, SBR, dan ST masih menjadi favorit banyak pencari pendapatan pasif. Produk ini dikenal aman karena pokok dan imbal hasilnya dijamin 100% oleh undang-undang negara.

Mekanismenya juga mudah dipahami. Investor menyalurkan dana ke negara untuk mendukung pembangunan, lalu pemerintah mengembalikan kupon atau bunga secara rutin setiap bulan langsung ke rekening investor.

Deposito bank digital unggul di sisi kemudahan

Deposito bank digital masih menarik karena proses pembukaannya bisa dilakukan cepat lewat smartphone. Selain praktis, bank digital juga kerap menawarkan bunga yang lebih kompetitif dibanding bank konvensional.

Pembayaran bunga bulanan menjadi nilai tambah lain karena membantu membentuk cash flow rutin. Instrumen ini cocok untuk investor yang ingin akses mudah sekaligus imbal hasil yang jelas sejak awal.

RDPU jadi pilihan ramah untuk langkah awal

Reksadana pasar uang atau RDPU banyak dipilih pemula karena likuiditasnya tinggi. Dana di dalamnya umumnya ditempatkan pada deposito dan obligasi dengan jatuh tempo pendek.

Struktur itu membuat risikonya tergolong sangat rendah. RDPU juga sering dianggap menarik karena imbal hasilnya biasanya berada di atas bunga deposito bank besar dan bisa dicairkan kapan saja tanpa denda.

RDPT memberi ruang imbal hasil yang lebih tinggi

Bagi investor yang ingin naik satu tingkat dari pasar uang, reksadana pendapatan tetap atau RDPT bisa menjadi alternatif. Instrumen ini menempatkan minimal 80% dana pada obligasi atau surat utang.

Karena komposisinya lebih banyak berisi obligasi, profil risikonya masih berada di level moderat. Beberapa produk RDPT juga menawarkan pembagian dividen berkala dan sering dipandang cocok untuk jangka menengah, sekitar 1-3 tahun.

Deposito BPR masih layak diperhatikan

Deposito BPR atau Bank Perekonomian Rakyat kerap kurang dilirik, padahal tingkat bunganya bisa cukup menarik. Dalam banyak kasus, angkanya bahkan mendekati batas maksimal yang dijamin Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS.

Selama bunga yang ditawarkan tidak melewati tingkat bunga penjaminan LPS, dana tetap berada dalam koridor aman. Dengan penempatan dana yang tepat, deposito BPR bisa menjadi sumber cash flow bulanan yang cukup signifikan.

Kelima instrumen itu menunjukkan bahwa passive income tidak selalu harus datang dari aset yang agresif. Deposito bank digital, RDPU, SBN ritel, RDPT, dan deposito BPR sama-sama menawarkan peluang imbal hasil rutin, meski karakter dan tingkat risikonya berbeda.

Sebelum memilih, investor tetap perlu mengecek legalitas produk di OJK dan menyesuaikannya dengan profil risiko pribadi. Langkah ini penting agar pendapatan pasif tetap berjalan seimbang antara keamanan aset dan potensi keuntungan.

Source: www.suara.com
Exit mobile version