Kepulauan Anambas dan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), dianggap sebagai mutiara di ujung utara Indonesia. Kedua daerah itu dikenal sebagai ladang gas, sekaligus surga wisata bahari. Event Sail Anambas to Natuna merupakan salah satu langkah pemerintah menjual pesona wisata tersebut ke mancanegara.

Awal Juni 2018, perairan Kepulauan Anambas diramaikan dengan kehadiran kapal-kapal wisata sejenis yacth. Catatan pemerintah setempat, sedikitnya ada 26 kapal yacht dari berbagai negara yang hadir, dengan jumlah kru mencapai 57 orang.

Mereka menghadiri event Rally Yacht Wonderful Sail Anambas to Natuna 2018 yang digelar 31 Mei sampai 4 Juni. Kapal-kapal itu berasal dari Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Singapura, New Zealand, Langkawi, Francis dan lainnya.

Dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Natuna, kapal yacth yang akan hadir di Natuna akan lebih banyak lagi, sekitar 39 kapal. Setelah Anambas, festival wisata bahari dilanjutkan ke Natuna, mulai 6 hingga 12 Juni 2918. Event ini mendapat sokongan penuh dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Sail Natuna 2018 akan dihelat di perairan Pantai Tanjung/Teluk Selahang. Pemerintah setempat sudah menyiapkan berbagai macam acara, mulai dari pentas kesenian daerah, pesta kuliner dan kegiatan lainnya.

Tahun ini merupakan yang keempat kalinya Sail to Natuna dilaksanakan. Sebagai upaya memperkenalkan pariwisata Natuna, kegiatan ini dianggap berhasil. Dari pagelaran pertama sampai sekarang, jumlah peserta menunjukkan peningkatan. Hal ini memotivasi pemerintah daerah meningkatkan pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Natuna, Erson Gempa Afriandi mengakui, Sail to Natuna sudah memberi dampak ekonomi langsung kepada masyrakat. Ramainya turis mancanegara yang berkunjung ke Natuna dimanfaatkan masyarakat dengan menjual berbagai souvenir dan kuliner khas daerah.

“Sail to Natuna ini juga sebagai bentuk edukasi bagi generasi muda tentang potensi wisata bahari Natuna. Ini menjadi motivasi kami untuk terus mengembangkan industri pariwisata. Natuna bisa menjadi surga wisata dunia,” katanya.

Wisatawan mancanegara menikmati kuliner khas daerah di event Sail Anambas 2018

Sail Anambas
Hajatan Sail Anambas 2018 yang berakhir Senin kemarin, juga dipandang sebagai salah satu sarana promosi industri pariwisata kabupaten termuda di Kepulauan Riau tersebut. Beberapa kapal yacth yang sudah dikenal di dunia, ikut meramaikan event itu. Di antaranya, Anggel Wing, Berseker 2, Coomera, Enchanment, Fiddler VI, Icarros, Indigo II, Iris, Jaga II, Jalan Jalan, Jenni D, Kinabalu, Kit Cat, Labarque, Leprechaun, Murrundi, Nauti Nauti, Predro 3, Psycho Puss, Restless M, Santrorini, Scotia, Sedna, Silver Tern, Simba 1, Xamala.

Baca Juga :   Bisnis Coffee Shop dengan Modal Rp5 Juta, Apa Bisa?

“Semua peserta merasa puas hadir di Anambas. Mereka senang menikmati keindahan alam kita, termasuk kuliner serta keramahan masyarakat Anambas,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Anambas, Masykur.

Puluhan wisatawan mancanegara yang hadir, memang tampak sangat menikmati keindahan alam Anambas. Mereka pun tak sungkan mencicipi aneka kue tradisional khas Anambas yang disajikan di di Kecamatan Siantan, saat acara penyambutan yang dilaksanakan pemerintah daerah.

Wakil Bupati Anambas, Wan Zuhendra yang turut menyambut para turis asing itu juga tampak bahagia. Menurutnya, event Sail Anambas sangat baik untuk mempromosikan dan mengeksplorasi pariwisata di daerah itu.

“Anambas memiliki 255 pulau, yang hampir kesemuanya memiliki pesona wisata bahari. Potensi-potensi wisata tersebut harus terus dipromosikan kepada dunia agar tumbuh dan berkembang. Dengan demikian, diharapkan perekonomian kita juga ikut terangkat,” katanya.

Industri Pariwisata Kepri
Provinsi Kepri kini sedang menggalakkan pertumbuhan industri pariwisata, selain mendorong peningkatan perekonomian melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Tahun lalu, Kepri mengklaim sukses menerima pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata hingga Rp4,8 triliun.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar, jumlah tersebut merupakan asumsi dari uang yang dibelanjakan wisatawan domestik dan mancanegara. Jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kepri pada periode Januari-November 2017, tercatat sebanyak 1,81 juta. Jumlah itu naik 6,29 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pada 2016, jumlah turis asing yang datang ke Kepri tercatat 1.708.500 kunjungan.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar

“Tahun 2017, diasumsikan angka kunjungan wisman mencapai 2,1 juta. Dengan nilai perkalian minimal Rp1,5 juta per orang, secara global lebih kurang Rp3,1 triliun,” kata Buralimar, awal 2018 lalu.

Baca Juga :   Menyondong Berkah Air Pasang di Teluk Keriting

Menurut Buralimar, pendapatan Kepri dari sektor pariwisata juga ditunjang wisatawan lokal. Kunjungan turis lokal ke Kepri mencapai 3,5 juta kunjungan. Jika diasumsikan setiap turis mengeluarkan belanja Rp500 ribu, maka terkumpul Rp1,7 triliun dari mereka untuk Kepri.

“Dari dua pemasukan itu, pendapatan dari sektor pariwisata Kepri pada 2017 mendapat Rp4,8 triliun,” kata dia.

Buralimar mengatakan, tahun ini Kepri mendapat target dari Kementerian Pariwisata mampu menyumbang kunjungan wisatawan mancanegara hingga 2.225.000 kunjungan. Jumlah tersebut naik 25 ribu wisman dibanding target tahun sebelumnya 2.200.000 kunjungan. Catatan Dinas Pariwisata, setiap bulannya rata-rata wisatawan yang berkunjung ke Kepri sebanyak 180 ribu kunjungan.

“Dengan banyaknya event nasional dan internasional digelar di berbagai daerah di Kepri, kami optimistis target itu akan tercapai,” katanya.

Sementara data di Badan Pusat Statistis (BPS) Kepri, kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri pada 2017 mencapai 2.074.534 kunjungan. Jumlah itu hampir mencapai target kunjungan yang ditetapkan Kementerian Pariwisata sebanyak 2,1 juta kunjungan.

Secara kumulatif, kunjungan wisman ke Kepri Januari-Desember 2017 naik 8,04 persen dibanding tahun 2016 yang sebanyak 1.920.232 kunjungan. BPS pun mencatat kunjungan turis asing ke Kepri menunjukkan peningkatan setiap bulannya.

Peningkatan kunjungan yang besar terjadi pada Desember 2017, mencapai 261.525 kunjungan atau naik 55,57 persen dari kunjungan pada November 2017 yang sebanyak 168.113 kunjungan.

BPS Kepri mencatat, jumlah kunjungan turis asing dari empat pintu masuk di Kepri pada 2017 terbanyak dari Kota Batam yakni 1.504.275 kunjungan. Kemudian disusul Kabupaten Bintan 368.587 kunjungan, Kota Tanjungpinang 117. 384 kunjungan dan Kabupaten Karimun sebanyak 84,288 kunjungan.

Kunjungan wisawatan asing ke Kepri pada Januari-Desember 2017 didominasi berkebangsaan Singapura dengan persentase 51,17 persen dari total jumlah kunjungan wisatawan mancanegara 2017.

Dilihat asal negara, turis berkebangsaan Singapura tercatat sebanyak 1.061.469 kunjungan, disusul Malaysia 252.058 kunjungan atau 12,15% dan diikuti wisman dari Tiongkok, India, Korea Selatan, Philipina, Jepang, Inggris, Australia dan Amerika.

Kontribusi dari wisawatan mancanegara 10 negara terbanyak yang mengunjungi Kepri adalah 86,94 persen dari total seluruh kunjungan wisman pada 2017.

Yuri B Trisna