Seafood memang sering jadi pilihan karena terasa ringan, tinggi protein, dan punya kandungan gizi yang baik. Tapi setelah hidangan laut masuk ke meja, pilihan minuman dan makanan pendamping ternyata tidak bisa sembarangan kalau ingin perut tetap nyaman.
Beberapa kombinasi justru bisa membuat tubuh terasa begah, mual, atau kembung. Pada orang dengan pencernaan sensitif, efeknya bisa lebih terasa karena makanan laut berinteraksi dengan bahan lain yang sulit dicerna bersamaan.
Kombinasi yang paling sering memicu masalah pencernaan
Salah satu pasangan yang perlu dihindari adalah seafood dengan produk susu. Susu dan olahannya sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu dekat dengan makanan laut karena dapat mengganggu kerja pencernaan dan memengaruhi penyerapan kalsium.
Pada sebagian orang, kombinasi ini juga dikaitkan dengan pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan di saluran cerna. Dampaknya bisa muncul sebagai rasa kembung atau gangguan pencernaan lain yang membuat tubuh terasa tidak nyaman.
Buah-buahan asam juga termasuk yang perlu diperhatikan, terutama jeruk. Buah umumnya lebih cepat dicerna dibandingkan seafood, sedangkan makanan laut cenderung butuh waktu lebih lama untuk diproses.
Perbedaan kecepatan cerna itu bisa memicu fermentasi di perut. Ketika fermentasi terjadi, gas bisa bertambah dan perut terasa penuh atau begah.
Minuman yang bisa menambah beban setelah makan seafood
Kopi dan alkohol bukan pasangan yang ideal setelah makan seafood. Keduanya dapat memberi beban tambahan pada tubuh, terutama karena bisa mengiritasi lambung saat dikonsumsi bersama protein dari makanan laut.
Efek yang mungkin muncul antara lain mual, pusing, dan perut terasa tidak enak. Alkohol juga disebut dapat memperberat kerja hati dalam memproses nutrisi dari seafood, sementara kandungan purinnya bisa ikut memicu asam urat.
Teh juga tidak selalu aman diminum sesudah makan seafood. Kandungan asam tanat atau tanin di dalam teh bisa bereaksi dengan mineral pada seafood, termasuk kalsium.
Reaksi itu membentuk senyawa yang lebih sulit diserap tubuh. Kalau terlalu sering atau diminum dalam jumlah besar, teh juga dapat memunculkan iritasi ringan pada sistem pencernaan.
Saat seafood bertemu makanan yang sama-sama berat dicerna
Dalam sejumlah konsep nutrisi tradisional, seafood kerap dianggap punya sifat dingin. Karena itu, jika dipasangkan dengan bahan lain yang juga bersifat dingin seperti mentimun, kangkung, atau semangka, proses pencernaan bisa berjalan lebih lambat.
Pencernaan yang melambat membuat perut terasa berat dan gampang kembung. Efek serupa juga bisa muncul bila seafood dimakan bersama kacang-kacangan karena keduanya sama-sama tinggi protein dan serat.
Kombinasi itu membuat tubuh membutuhkan waktu cerna lebih lama. Akhirnya, rasa penuh di perut bisa bertahan lebih lama dari biasanya.
Asam dan soda juga patut diwaspadai
Makanan atau minuman yang tinggi asam, seperti jus lemon dan minuman bersoda, juga dapat memperkuat rasa begah setelah makan seafood. Kandungan asam yang tinggi bisa bereaksi dengan protein dalam seafood dan memunculkan ketidaknyamanan pada lambung.
Minuman bersoda menambah risiko karena bisa meningkatkan produksi gas di perut. Itu sebabnya kembung setelah makan seafood dapat terasa lebih kuat jika minuman yang dipilih justru memicu gas tambahan.
Kenali reaksi tubuh masing-masing
Tidak semua orang akan merasakan efek yang sama setelah makan seafood dengan makanan tertentu. Sensitivitas lambung, porsi makan, dan kondisi tubuh bisa membuat respons yang muncul berbeda-beda.
Karena itu, memperhatikan reaksi tubuh setelah makan seafood jadi langkah yang penting. Jika perut mudah kembung, mengatur pasangan makanan dan minuman saat makan bisa membantu menjaga pencernaan tetap nyaman.
Source: www.beautynesia.id