Pelantar.id – Untuk memberikan akses digital sesuai syariat islam, sebuah perusahaan startup Malaysia meluncurkan mesin pencari semacam Google syar’i atau syariah.

Browser Syariah ini tersedia untuk ponsel dan desktop dan diberi nama SalamWeb. Aplikasi ini memuat agregator berita yang sesuai dengan aturan Islam atau syariah, obrolan komunitas, serta widget dengan jadwal salat disertai pesan-pesan agama.

SalamWeb dapat diakses gratis dan memiliki mesin donasi di mana setiap penggunaan aplikasi ini hasilnya akan dikontribusikan untuk amal.

Dilansir dari Sputnik News, Rabu (30/1), SalamWeb disebut mesin pencari pertama yang memiliki sertifikasi syariah dunia. Aplikasi ini berfungsi menyaring halaman yang berisi materi yang dianggap tidak etis, seperti perjudian dan pelacuran maupun konten porno.

Baca Juga :   Lebih Nyaman Berinternet dengan Kuota Domestik XL Prio Pass di Singapura

Aplikasi ini diciptakan dengan teknologi Chromium, disahkan oleh Dewan Pengawas Syariah Amanie. Karena itulah SalamWeb diklaim sebagai browser bersertifikat syariah pertama di dunia.

Direktur Pelaksana Salam Web Technologies, Hasni Zarina Mohamed Khan mengatakan kepada Bloomberg, tujuan utama diciptakannya browser ini untuk menarik 10 persen dari 1,8 miliar Muslim di dunia dan menjadikan internet sebagai tempat yang lebih baik.

“Kita tahu bahwa internet memiliki sisi baik dan buruk. Jadi SalamWeb menawarkan aplikasi browser yang memungkinkan Anda menjelajahi internet untuk melihat hal positif,” jelasnya.

Hasni Zarina menambahkan, pihaknya mengedepankan nilai-nilai universal dan pemakai aplikasi ini bisa dari semua kalangan, bukan hanya kalangan Muslim.

Baca Juga :   Batam Terima 18 Ribu Blanko E-KTP, Segera Urus KTP di Kantor Camat

Dia mengacu pada tantangan Google dan Facebook saat dikritik karena gagal melawan konten berbahaya dan berita palsu, sementara Twitter dicap sebagai “tempat beracun bagi perempuan” oleh Amnesty International.

Internet bisa menjadi tempat yang berbahaya. Sudah jelas bahwa kita membutuhkan alternatif,” pungkasnya.

sumber: merdeka.com