Pengguna ponsel Galaxy kini perlu lebih memperhatikan aplikasi pesan yang dipakai sehari-hari. Samsung mulai menghentikan Samsung Messages sebagai jalur utama untuk SMS, lalu mengarahkan pengguna ke Google Messages agar proses kirim dan terima pesan tetap berjalan normal.
Perubahan ini tidak muncul tiba-tiba, karena peran Samsung Messages memang sudah dipangkas sejak sebelumnya. Di perangkat Galaxy, Google Messages kini diposisikan sebagai pengganti utama, sementara Samsung Messages perlahan ditinggalkan untuk penggunaan komunikasi harian.
Apa yang berubah di ponsel Galaxy
Samsung tidak lagi menempatkan Samsung Messages sebagai aplikasi pesan bawaan yang diandalkan untuk aktivitas SMS normal. Setelah dinonaktifkan, aplikasi internal itu disebut hanya tersisa untuk kebutuhan komunikasi layanan darurat.
Arah baru ini membuat pengguna Galaxy perlu beradaptasi dengan sistem pesan yang berbeda. Samsung menilai Google Messages lebih sesuai untuk kebutuhan saat ini karena menawarkan dukungan RCS, keamanan yang lebih stabil, serta konektivitas lintas perangkat yang lebih baik.
Langkah yang perlu dilakukan pengguna
Bagi pengguna yang masih membuka Samsung Messages, akan muncul notifikasi yang mengarahkan perpindahan ke Google Messages. Setelah notifikasi itu tampil, pengguna perlu beralih ke Google Messages atau memasangnya jika belum ada di perangkat.
Setelah aplikasi tersedia, langkah penting berikutnya adalah memilih opsi “Set as default”. Pengaturan ini dibutuhkan supaya Google Messages menjadi pengelola SMS utama dan semua pesan harian masuk lewat aplikasi tersebut.
Kalau pengaturan ini tidak diubah, pengguna bisa berisiko terganggu saat masa penghentian berlaku penuh. Sebab, Samsung Messages tidak lagi dipakai sebagai jalur komunikasi normal setelah proses penonaktifan berjalan.
Fitur yang membuat Google Messages dipilih
Google Messages bukan hanya dipakai sebagai pengganti fungsi dasar kirim-terima SMS. Aplikasi ini juga membawa sejumlah fitur tambahan yang membuat pengalaman pesan terasa lebih modern di perangkat Galaxy.
Salah satunya adalah deteksi spam berbasis AI dan filter spam otomatis. Dengan fitur itu, pesan yang tidak diinginkan bisa lebih mudah disaring sebelum mengganggu pengguna.
Google Messages juga mendukung akses lintas perangkat. Di sisi lain, ada pula integrasi fitur AI Gemini yang menambah kemampuan aplikasi pesan ini dibandingkan layanan lama yang dipinggirkan Samsung.
Siapa yang perlu segera menyesuaikan diri
Samsung menyebut pengguna yang masih memakai Android 12 dan Android 13 tetap akan mendapat panduan migrasi ke Google Messages. Kelompok ini perlu segera menyesuaikan pengaturan pesan agar layanan tetap berjalan tanpa hambatan.
Sementara itu, pengguna dengan Android 11 atau versi yang lebih lama tidak terdampak langsung. Meski begitu, Samsung tetap menyarankan pemakaian aplikasi pesan yang masih didukung supaya tidak muncul gangguan layanan di kemudian hari.
Dampak ke sebagian Galaxy Watch lama
Perubahan ini juga ikut memengaruhi sebagian pemilik Galaxy Watch lama berbasis Tizen. Pada perangkat tersebut, riwayat percakapan penuh tidak lagi bisa dibuka karena tidak mendukung Google Messages.
Meski begitu, jam tangan itu masih bisa dipakai untuk membaca dan mengirim SMS. Berbeda dengan itu, Galaxy Watch 4 dan model yang lebih baru berbasis WearOS tetap bisa mengakses percakapan penuh seperti biasa.
Pada akhirnya, pengguna Galaxy yang masih mengandalkan Samsung Messages sebaiknya segera memastikan Google Messages sudah aktif sebagai aplikasi SMS utama. Dengan begitu, aktivitas kirim dan terima pesan tetap berjalan lancar meski Samsung mengubah arah layanan pesannya di ekosistem Galaxy.
Source: www.cnbcindonesia.com