pelantar.id – Sekolah-sekolah di Provinsi Kepulauan Riau menerapkan mata pelajaran muatan lokal berbasis budaya Melayu. Muatan lokal perlu dipelajari oleh para pelajar agar memahami sejarah Melayu Kepri dan mencintai budaya lokal.

Kepala Dinas Pendidikan Kepri, M Dali mengatakan, pendidikan dalam budaya lokal juga mendorong para generasi muda untuk meningkatkan kualitas dan moral.

“Ada pelajaran tentang kehidupan, nasehat tokoh-tokoh melayu terdahulu yang patut ditiru dalam kehidupan sekarang, seperti syair Gurindam 12,” ujarnya di Tanjungpinang, dikutip kepriprov.go.id, Kamis (27/9).

Dali mengatakan, keinginan DPRD Kepri agar muatan lokal dipelajari di sekolah sudah dilaksanakan sejak beberapa tahun lalu. Namun dalam pelaksanaannya di sekolah-sekolah bentuknya tidak selalu sama. Ada sekolah yang memasukkan muatan lokal dalam mata pelajaran kesenian, arab melayu dan ekstrakulikuler. Tetapi pada prinsipnya, bentuk yang berbeda itu tidak mengurangi nilai-nilai muatan lokal.

Baca Juga :   Jangan Biarkan Pesawat Sembarang Melintas di Ruang Udara Kepri

Baca Juga : Enaknya Pelajar di Bintan, Dapat Seragam Sekolah Gratis

Dali berharap pihak sekolah memperhatikan hal itu sebagai hal yang penting agar generasi ke depan tetap memahami budaya lokal. Inovasi dapat dilakukan tanpa mengubah atau mengurangi nilai dari muatan lokal. Inovasi dalam proses pengajaran dibutuhkan agar pelajar mudah memahaminya.

“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk selalu menjaga kelestarian budaya lokal sejak dini,” katanya.

Menurut Dali, tak ada satupun sekolah di Provinsi Kepri yang tidak menerapkan mata pelajaran muatan lokal budaya Melayu tersebut. Pasalnya, muatan lokal itu diharapkan dapat memperkenalkan budaya Melayu kepada generasi muda Kepri.

“Namun, di setiap sekolah bentuknya terkadang berbeda, ada yang muatan lokalnya digabungkan dengan pelajaran seni, ada yang berupa mata pelajaran tulisan Arab Melayu , dan ada yang keseniannya yang menjadi ekstrakurikuler,” kata dia.

Baca Juga :   8 Mei 2021, Belajar Tatap Muka di Batam Dihentikan

 

 

Editor : Yuri B Trisna