Pelantar.id, Kota Batam (4/3) – Program Menteri BUMN, Erick Thohir dalam membangkitkan UMKM Tanah Air dari dampak pandemi menuai apresiasi pelaku UMKM Kota Batam. Mulai dari bantuan permodalan, peningkatan kemampuan usaha hingga ke pendampingan produksi lewat Rumah BUMN.

Tercatat sebanyak 3.639 UMKM dibina oleh Rumah BUMN Kota Batam. Melalui CEO Muda Rumah BUMN juga sudah berhasil mengadakan sebanyak 341 pelatihan seputar pengelolaan keuangan hingga pemasaran produk.

Salah satu UMKM binaan Rumah BUMN Kota Batam yang merasakan dampak dari pandemi, Tarmizi mengatakan omset yang ia dapatkan bisa menurun hingga 90%. Tarmizi menjalankan usaha Bengkel Tanjak yang menjual tanjak yang merupakan hiasan kepala khas Melayu sejak tahun 2017 silam.

Baca Juga :   Pemko Batam Hapus Denda Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan

“Saya mengandalkan pesanan dari Singapura dan Malaysia, sekarang pasarnya juga lesu. Orderan jadi sepi. Saya masih terbantu dengan penjualan dari online” jelas Tarmizi. Lebih lanjut Tarmizi menjual produknya lewat platform PaDi UMKM yang mendorong penjualan produknya di lingkungan Perusahaan BUMN.

Dalam kunjungannya ke Rumah UMKM Kota Batam, Staf Khusus Arya Sinulingga mendorong UMKM Kota Batam untuk memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh Rumah BUMN. “Saya ingin UMKM Kota Batam ini semakin cepat Go Online, promosikan produk Bapak Ibu di PaDi UMKM” jelas Arya.

Lebih lanjut lagi Arya juga meminta kolaborasi BUMN untuk memberikan berbagai pelatihan untuk UMKM. Mulai dari pelatihan digital marketing yang akan diberikan oleh Telkom dan juga pengembangan bisnis oleh BRI.

Baca Juga :   Sea-Doo Safarai Menambah Daftar Wisata Bahari Batam